2 Ruas Jalan Dekat Alun-Alun Sragen Dibikin Searah Biar Enggak Macet

Kepala Dishub Sragen Muhari (naik di bak) melepas penutup rambu jalur satu arah di pintu masuk Jl. Ade Irma Nasution Sragen, Kamis (1/11 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
01 November 2018 13:40 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polres Sragen memberlakukan sistem satu arah (SSA) di dua ruas jalan, yakni Jl. Ade Irma Nasution dan Jl. Urip Sumoharjo Sragen, Kamis (1/11/2018).

Manajemen rekayasa lalu lintas itu diberlakukan untuk mengantisipasi kemacetan di Jl. Veteran yang terhubung ke perlintasan sebidang kereta api (KA) dekat Alun-Alun Sragen.

Dishub dan Satlantas melakukan uji coba selama sebulan sebelum memberlakukan secara penuh kebijakan itu berikut penindakan bagi pelanggarannya.

Pembukaan jalur SSA dilakukan simbolis oleh Kasatlantas Polres Sragen AKP Dani Permana Putra bersama Kepala Dishub Sragen Muhari di pintu masuk Jl. Ade Irma Nasution samping pos lalu lintas Alun-alun Sasana Langen Putra.

Pembukaan dilakukan dengan melepas penutup rambu yang terbungkus plastik dan pemasangan rambu di persimpangan jalan yang menghubungkan ke dua jalur SSA tersebut.

“Jadi jalur SSA itu dari arah selatan ke utara Jl. Ade Irma Nasution sampai simpang empat Aini Optic. Kemudian jalur SSA Jl. Urip Sumoharjo Sragen dimulai dari simpang empat Aini Optic ke timur hingga tembus Jl. Raya Sukowati samping Rupbasan Sragen,” ujar Muhari saat ditemui wartawan seusai pembukaan jalur SSA tersebut, Kamis pagi.

Jalur SSA mulai berlaku pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Muhari sempat kerepotan karena sempat beredar kabar hoaks terkait SSA. Kabar yang beredar di media sosial, jalur SSA Jl. Urip Sumoharjo dimulai dari simpang tiga Jl. Ahmad Yani.

Dia menyatakan kabar itu tidak benar. Muhari sempat mendapat pertanyaan dari banyak warga terkait kabar bohong itu dan komentarnya sering kali negatif.

Dia menjelaskan uji coba jalur SSA dilakukan sebulan mulai 1 November-1 Desember 2018. Dia akan mengevaluasi kebijakan rekayasa lalu lintas tersebut setelah berjalan sebulan.

Kalau nanti diberlakukan, Muhari menyampaikan kepolisian pasti akan menindak pengguna jalan yang melanggar jalur SSA. “Jalur SSA ini diberlakukan untuk mengantisipasi kemacetan di perlintasan sebidang KA di sebelah selatan Alun-alun," kata Muhari.

Pada hari-hari biasa, antrean kendaraan saat KA lewat bisa sampai simpang empat Jl. Raya Sukowati Alun-alun. Jika pada 2019 diberlakukan jalur ganda, intensitas KA semakin tinggi dan potensi kemacetan juga semakin panjang. Jalur SSA ini menjadi solusi untuk mengalihkan penumpukan kendaraan.

Muhari mengaku sudah menyosialisasikan kebijakan SSA itu lewat radio, videotron, dan masyarakat. Dia berharap penyampaian surat kepada kepala desa dan lurah yang diteruskan ke ketua RT di lingkungan masing-masing.

Sosialisasi juga dilakukan aparat kepolisian. Kasatlantas Polres Sragen AKP Dani Permana Putra mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman mengaku sudah menyampaikan kepada para Kapolsek agar disampaikan kepada warganya.

“Kami mendukung kebijakan rekayasa lantas yang dilakukan Dishub. Kami menyadari saat jam-jam sibuk memang terjadi kemacetan di jalur perlintasan sebidang KA di Alun-alun dan jalur SSA menjadi solusinya. Jalur SSA itu tidak sampai 1 km,” ujarnya.

Dani mengimbau masyarakat tidak menilai negatif kebijakan SSA itu. Dia mengatakan tidak ada niat Pemkab yang menghambat rezeki warganya tetapi bagaimana lalu lintas lancar dan bisa membantu warga pengguna jalan. “Penindakan nanti setelah sebulan dievaluasi,” tambahnya.