Revitalisasi Pasar Krisak Wonogiri Tertunda Gara-Gara Status Tanah

Dua pedagang berbincang di Pasar Krisak, Singodutan, Selogiri, Wonogiri, Rabu (31/10 - 2018). (Solopos/Rudi Hartono)
01 November 2018 16:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri membuat rencana revitalisasi Pasar Krisak, Singodutan, Selogiri, sejak setahun lalu. Namun, proyek itu belum dapat direalisasikan karena status lahan pasar masih bermasalah.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, kembali menyinggung hal tersebut saat sarasehan bersama warga di Desa Pule, Selogiri, pekan lalu. Menurut Jekek, sapaan akrabnya, selain untuk meningkatkan perekonomian dan kenyamanan pedagang, Pasar Krisak perlu direvitalisasi karena mendukung perwajahan kota.

Pasar Krisak berada di tepi jalur masuk Kota Sukses dari arah Sukoharjo. Dia berjanji merevitalisasi pasar yang terletak dekat Terminal Tipe A Giri Adipura Krisak (Terminal Krisak) itu jika masalah status lahan sudah rampung.

Data yang dihimpun Solopos.com, luas Pasar Krisak lebih kurang 1.000 meter persegi (m2). Pasar terdiri atas 116 los dengan total luas 451,5 m2 dan 34 kios dengan total luas 404 m2.

Kepala Desa (Kades) Singodutan, Karsanto, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Rabu (31/10/2018), membenarkan status tanah pasar Singodutan masih bermasalah. Lahan pasar sebelumnya milik warga bernama Sainah.

Lahan tersebut ditukar guling dengan tanah kas desa di sisi baratnya pada 1975. Sayangnya, proses tukar guling tidak dibarengi penyelesaian penyertifikatan. Penyertifikatan lahan menjadi urusan masing-masing pemilik baru.

Sainah mengurus lahan miliknya yang baru menjadi atas namanya. Saat ini lahan yang sekarang berada di depan pasar itu sudah berganti kepemilikan tiga hingga empat kali.

Sementara sampai sekarang sertifikat lahan pasar masih atas nama Sainah dan hanya terdaftar di buku C di desa (letter C). Letter C atau kutipan dari buku C merupakan bukti kepemilikan lahan.

“Saya tak tahu pasti mengapa dahulu tidak sekalian diurus. Bupati sudah beberapa kali menyampaikan akan merevitalisasi Pasar Krisak. Mungkin secara tak langsung Bupati menyentil kami agar kami segera menyelesaikan masalah itu,” kata Kades.

Dia menyatakan siap menyelesaikan persoalan status tanah pasar. Namun, jika pemerintah desa sendiri yang mengurus, Karsantor merasa penyelesaian status tanah bisa berlangsung lama.

Dia berharap bisa membentuk tim yang terdiri atas pihak desa, kecamatan, Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan instansi Pemkab terkait, termasuk Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) selaku pengelola pasar.

“Kami menyambut sangat baik rencana Pemkab yang akan merevitalisasi pasar. Semoga setelah direvitalisasi memberi kontribusi untuk meningkatkan pendapatan asli desa. Selama ini kami belum mendapat kontribusi apa-apa,” imbuh Kades.

Terpisah, Kabid Pengelolaan Pasar Dinas KUKM Perindag Wonogiri, Agus Suprihanto, menyatakan siap merevitalisasi Pasar Krisak asal masalah status tanah sudah beres. Wacana tersebut sudah ada setahun lalu.

Bahkan, rencana tersebut pernah menjadi topik hearing dengan DPRD. Terkait pengelolaan dan kontribusi untuk desa setelah pasar direvitalisasi nanti, menurut Agus hal itu memungkinkan selama ada koordinasi.