Keluarga Heran Novi Bisa Sampai Di Luweng Pracimantoro Wonogiri

Makam Novi Wahyuning Pangesti di Dusun Surupan, Desa Bulurejo. (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)
01 November 2018 17:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Keluarga Novi Wahyuning Pangesti, perempuan muda yang mayatnya ditemukan di luweng Dusun Bakalan, Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro, heran bagaimana Novi bisa sampai ke luweng tersebut.

Ayah Novi, Tri Hardjanto alias Benceng, mengaku heran bagaimana anaknya bisa sampai di wilayah Pracimantoro karena Novi tidak membawa sepeda motor. Novi selalu naik bus untuk mudik dan berangkat ke Solo Baru, Sukoharjo.

Novi bekerja di salah satu mal di Solo Baru dan indekos tak jauh dari tempat kerjanya. "Saya dapat informasi dari rekannya namanya Mbak Latifah yang bertanya apakah Novi pulang ke Wonogiri karena sudah tidak masuk kerja selama tiga hari, awalnya itu,” ujar Benceng saat ditemui Solopos.com di kediamannya di Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Rabu (31/10/2018).

Benceng kemudian berusaha mencari tahu keberadaan Novi. Dari teman Novi ia mendapat informasi, sebelum menghilang Novi sempat meminjam helm dan jas hujan kepada tetangga indekosnya.

Benceng juga telah berupaya mencari keberadaan Novi di kafe yang biasa dijadikan tongkrongan anak muda hingga ke Solo, namun hasilnya nihil.

“Informasi yang saya dapat terakhir, Novi sebelum pergi cuma pinjam helm dan mantel karena saat itu bulan Mei musim hujan tapi tidak mengatakan hendak pergi ke mana. Saya juga heran kenapa jenazahnya bisa ditemukan di Luweng Pracimantoro?” ujar Benceng.

Paman Novi, Joko Pangang, yakin ada seseorang yang mengajak Novi pergi. Namun dia tidak memiliki dugaan siapa gerangan orang itu.

Novi yang memiliki akun media sosial Novia Syerlyta Mahoti itu telah beberapa bulan bekerja di mal di Solo Baru, Sukoharjo. Adiknya sempat melarang Novi untuk merantau namun Novi tetap berkeras untuk merantau. 

Bahkan, ayahnya, Benceng, yang bekerja pada perusahaan bus pariwisata meminta ditempatkan di Kota Solo supaya bisa memantau keadaan putrinya. Namun nasib berbicara lain. Novi meninggal dengan cara yang penuh teka-teki.

Sebelum dimakamkan Benceng mengaku Yasinan di luweng tempat Novi ditemukan. Ia berharap anaknya khusnul khatimah dan setelah dimakamkan menjadi sempurna dan tenang di sisi-Nya. 

“Saya memohon keadilan, ini anak perempuan saya satu-satunya bahkan Novi tulang punggung untuk adik-adiknya. Penghasilan saya minim, Novi sangat banyak membantu,” imbuhnya.

Hingga kini, akun media sosial Novi dibanjiri belasan ribu komentar yang berharap seluruh amal kebaikan Novi diterima Tuhan dan harapan agar pelaku segera ditangkap polisi.