Novi Sudah 4 Bulan Hilang Sebelum Mayatnya Ditemukan di Luweng Wonogiri

Makam Novi Wahyuning Pangesti di Dusun Surupan, Desa Bulurejo. (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)
01 November 2018 19:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Novi Wahyuning Pangesti sudah empat bulan hilang sebelum mayatnya ditemukan di luweng Dusun Bakalan, Desa Gambirmanis, Pracimantoro, Wonogiri, 27 September lalu. Gadis asal Nguntoronadi itu sudah tidak bisa dihubungi keluarganya sejak Mei 2018.

Paman Novi, Yuli Ulik, kepada Solopos.com, Kamis (1/11/2018), mengatakan Novi sudah tidak bisa dihubungi sejak 19 Mei 2018.

“Tanggal 18 Mei kemenakan saya berada di rumah waktu acara lamaran adik saya saat Bulan Puasa. Pada 19 Mei Novi kembali ke Solo naik bus dan pada sorenya komunikasi dengan Novi sudah tidak bisa lagi. Keluarga kemudian melapor ke polisi,” ujar Yuli.

Ayah Novi, Tri Hardjanto alias Benceng, menceritakan saat pulang ke rumah Novi tidak menceritakan hal yang tidak biasa. Ia tetap ceria dan terbuka seperti biasanya.

Ia terkejut ketika menerima informasi Novi telah beberapa hari tidak masuk kerja. Berbagai lokasi hingga Kota Solo ia kosek untuk menemukan putri kelahiran 31 November 1998 itu.

“Saya sebagai bapak selalu berpesan kepada Novi, kalau kamu punya hubungan dengan cah lanang [lelaki] tolong langsung tatap muka dengan bapak, saya tidak mau kamu terjadi apa-apa saat merantau,” ujar Benceng sambil menahan air matanya.

Sebagaimana diinformasikan, Novi terakhir bekerja di salah satu mal di Solo Baru, Sukoharjo. Dia tinggal di tempat indekos tak jauh dari tempatnya bekerja.

Sebelum menghilang, Novi sempat meminjam helm dan jas hujan kepada tetangga indekosnya. Padahal Novi tidak memiliki sepeda motor. Hal ini memunculkan kecurigaan Novi diajak pergi temannya.

Beberapa bulan kemudian Novi ditemukan sudah tak bernyawa dengan helm dan tas punggung di luweng wilayah Pracimantoro. Tidak ditemukan sepeda motor di lokasi tersebut.