Jl. Jenderal Sudirman Solo Dari Arah Utara Ditutup Sebulan

Pekerja menggunakan eskavator mengeruk aspal jalan pada proyek penataan koridor Jl. Jenderal Sudirman, Solo, Selasa (11/9 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
02 November 2018 14:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perhubungan (Dishub) Solo mulai Jumat (2/11/2018) ini mengubah pengaturan arus lalu lintas Jl. Jenderal Sudirman menjadi satu arah dari selatan ke utara. 

Rekayasa lalu lintas itu diberlakukan Dishub untuk mendukung proyek penataan koridor Jensud yang mulai menyasar bagian timur jalan. Dishub berencana menerapkan sistem satu arah (SSA) di Jl. Jenderal Sudirman hingga Minggu (2/12/2018) atau sebulan ke depan. 

Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, meminta masyarakat dan pengendara dapat menyesuaikan diri dengan kebijakan rekayasa lalu lintas tersebut. Para pengendara di Jl. Urip Sumoharjo yang ingin ke arah Bundaran Gladak atau Alun-Alun Utara (Alut) Keraton Solo diminta mencari jalan lain selama Jl. Jend. Sudirman ruas Jembatan Pasar Gede-depan BRI Sudirman itu ditutup. 

Para pengendara di Jl. Urip Sumoharjo bisa berputar lewat Jl. R.E. Martadinata (selatan Pasar Legi)-Jl. Kapten Mulyadi-Jl. Mayor Kusmanto untuk menuju Jl. Jend. Sudirman.

“Kami memberlakukan rekayasa lalu lintas ini untuk memperlancar arus lalu lintas tanpa mengganggu pekerjaan proyek penataan Jl. Jenderal Sudirman,” kata Hari saat diwawancarai Solopos.com di Pasar Legi, Jumat pagi.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Jumat, SSA di Jl. Jenderal Sudirman dari selatan ke utara mempengaruhi layanan bus Batik Solo Trans (BST) koridor 1 (Bandara Adi Soemarmo-Palur) dan koridor 3 (Terminal Kartasura-Terminal Palur via Pasar Klewer). 

Karena jembatan Pasar Gede ditutup, bus BST koridor 1 dan 3 di Jl. Urip Sumoharjo yang akan menuju Jl. Jend. Sudirman juga diarahkan masuk Jl. R.E. Martadinata (selatan Pasar Legi)-Jl. Kapten Mulyadi-Jl. Mayor Kusmanto. 

Hari meminta para penumpang bus bisa menyesuaikan diri dengan perubahan rute layanan bus tersebut. Masyarakat dari utara yang ingin menuju Balai Kota Solo misalnya, disarankan sementara waktu memilih turun di halte Pasar Gede atau Benteng Vastenburg.

“Kami sudah mengirim surat pemberitahuan kepada pimpinan Perum Damri Cabang Solo dan pimpinan Bengawan Solo Trans untuk mengubah rute layanan bus BST koridor 1 dan 3 saat pengerjaan proyek penataan koridor Jensud memasuki tahap kedua,” jelas Hari.

Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, tak menampik pemberlakuan SSA di Jl. Jenderal Sudirman dari selatan ke utara berdampak pada kemacetan lalu lintas di sejumlah ruas jalan lain. 

Berdasarkan pantauan Solopos.com, kemacetan arus lalu lintas seketika terjadi di Jl. R.E. Martadinata setelah Dishub mulai menutup Jembatan Pasar Gede dengan menggunakan water barrier pada sekitar pukul 10.15 WIB.

Kemacetan arus lalu lintas di Jl. R.E. Martadinata dipicu dua hal, yakni meningkatnya jumlah kendaraan dan aktivitas parkir. Kepadatan arus lalu lintas juga tampak terjadi di Jl. Kapten Mulyadi wilayah Loji Wetan ketika ada cukup banyak kendraaan yang mengantre ingin belok masuk ke Jl. Mayor Kusmanto. 

"Ya itu [kemacetan] menjadi risiko yang mesti dihadapi ketika diberlakukan rekayasa lalu lintas untuk mendukung pelaksanaan proyek. Kondisi itu hanya sementara. Setelah proyek selesai, arus lalu lintas kami kembalikan seperti semula," jelas Ari.