Asyik, Flyover Manahan Rampung Bulan Ini, tapi Beroperasi Januari

Pekerja menyelesaikan pengecoran pada proyek pembangunan flyover Manahan, Solo, Jumat (26/10/2018). Sejumlah pengusaha meminta Pemkot Solo segera mengadakan sosialisasi rencana penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas (MRLL) saat flyover Manahan dibuka. - Nicolous Irawan
02 November 2018 21:08 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Beroperasinya jalan layang tersebut bakal mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan persimpangan sebidang Manahan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo Endah Sitaresmi Suryandari mengatakan sesuai kontrak kerja, pembangunan flyover Manahan rampung pada November ini.

“Bulan ini sudah selesai [pembangunan flyover], Januari baru bisa beroperasi,” kata Sita, sapaan akrabnya, ketika dijumpai wartawan, Jumat (2/11/2018).

Sebenarnya Pemkot berharap flyover Manahan beroperasi pada akhir tahun ini guna mengurai kepadatan lalu lintas saat libur Natal dan Tahun Baru. Jumlah kendaraan yang melintas di Kota Bengawan diperkirakan meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru. Namun demikian, operasional jalan layang itu menunggu penyelesaian sarana dan prasarana pendukung, seperti markah jalan, lampu penerangan, dan lain sebagainya.

“Mudah-mudahan Natal bisa beroperasi, tapi amannya tetap Januari,” kata Sita.

Selain sarana dan prasarana pendukung, Pemkot juga menyiapkan lelang ornamen berkarakter khas Solo yang bakal menghiasi dinding-dinding jalan layang Manahan. Dinding flyover Manahan sepanjang 1.500 meter akan diberi sentuhan ornamen. Terdapat tiga sisi dinding yang akan diberi sentuhan ornamen itu. Yakni utara, timur, dan barat dinding flyover.

Sentuhan ornamen di masing-masing akan dibuat berbeda satu sama lain. Sisi utara di sekitar Manahan diberi ornamen yang sesuai dengan bangunan-bangunan di sana. Sementara di sisi timur dan barat, yakni sekitar Hotel Agas di Kota Barat akan dibuat berbeda. Anggaran Rp2,5 miliar disiapkan Pemkot untuk finishing jalan layang.

“Selain ornamen kami juga mengerjakan normalisasi jalan-jalan sayap pendukung flyover,” kata Sita.

Berdasar pemetaan normalisasi jalan meliputi sayap kanan dan kiri Jl. Adisucipto, serta Jl. M.T. Haryono. Merujuk kondisi saat ini ruas jalan sayap kanan dan kiri baik Jl. Adisucipto serta Jl. M.T. Haryono digunakan sebagai jalan alternatif kendaraan yang melintas di bawah proyek flyover Manahan. Jalan sayap tersebut berupa jalur lambat yang hanya bisa dilalui satu kendaraan searah. Selain itu terdapat pembatas jalan berupa taman.

“Jalur lambat kanan kiri baik di Jl. Adisucipto maupun Jl. M.T Haryono akan hilang dan kami jadikan jalan cepat,” kata Sita.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan operasional jalan layang Manahan tinggal menunggu proses penyelesaian pembangunan saja, seperti pengaspalan jalan. “Operasional jalan layang ini kan juga butuh diuji coba dulu. Kalau kontraknya memang selesai November ini,” kata Sita.