Wali Kota Solo: Tes CPNS Buang-Buang Anggaran!

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo ditemani Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, meninjau tes CPNS di GOR Diponegoro Sragen, Senin (29/10 - 2018). (Solopos/Kurniawan)
02 November 2018 12:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo menyampaikan kritik pedas terkait penyelenggaraan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018.

Menurut Rudy, tes kemampuan dasar dengan sistem passing grade adalah pemborosan dan buang-buang anggaran. Rudy meminta mekanisme penilaian tersebut dikaji ulang.

"Tes CPNS ini kalau menurut saya boros, hanya membuang-buang anggaran, karena TWK, TIU, TKP harus sesuai passing grade. Jika satu saja tidak lulus, maka dinyatakan tidak lulus. Jadi tidak heran jika dalam satu gelombang yang lulus hanya 10 orang dari 500-an peserta," kata Rudy saat meninjau pelaksanaan tes CPNS di GOR Diponegoro Sragen, Senin (29/10/2018).

TWK adalah tes wawasan kebangsaan dengan passing grade 80, TIU merupakan tes intelegensia umum dengan passing grade 75, dan TKP adalah tes karakteristik pribadi dengan passing grade 145. Passing grade itu diatur di Permenpan RB No. 37/2018.

"Kalau begini kan sama saja negara ora karep [enggak niat] mengadakan tes CPNS," imbuh Rudy.

Rudy meminta sistem penilaian tes CPNS itu dikaji ulang dan diperbaiki. "[Dengan sistem saat ini] Bisa jadi lo yang tidak lulus nilai totalnya justru lebih tinggi ketimbang yang lulus. Ini kan tidak fair, pemborosan anggaran karena dari 7.000-an peserta yang lolos hanya 300-an orang. Yang akan diterima tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan," jelas Rudy.

Rudy tidak mengusulkan agar sistem perekrutan CPNS dialihkan dari pemerintah pusat ke daerah. Dia hanya ingin ada perubahan dalam pola perekrutan dan sistem penilaian. Tujuannya agar perekrutan CPNS ke depan lebih efektif dan efisien.

Perwakilan Badan Kepegawaian Negara (BKN), Sri Widaryanti, yang berada di lokasi saat dimintai klarifikasi Rudy mengatakan ketentuan passing grade dalam sistem penilaian sudah diatur di Permenpan RB Nomor 37/2018.

"Tapi di dalam aplikasi penilaian tidak muncul kolom untuk menampilkan apakah memenuhi passing grade atau tidak memenuhi," urai dia.