Macan Serang Kambing di Karanganyar, Ini Analisis Perhutani

Bangkai kambing yang diserang hewan buas di Tawangmangu, Karanganyar. (Istimewa/Polsek Tawangmangu)
02 November 2018 20:15 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Perum Perhutani Solo menduga hewan buas Gunung Lawu yang turun hingga ke permukiman warga di Dukuh Sendang, Desa Sepanjang, Tawangmangu, Karanganyar, adalah macan betina.

Di sisin lain, warga di Sepanjang yang masih waswas dengan serangan lanjutan macan Gunung Lawu tetap bersiaga di daerah mereka.

Kepala KPH Perum Perhutani Solo, Eka Muhammad Ruskanda, mengakui selama ini di Gunung Lawu masih terdapat hewan buas, termasuk macan. Jenis macan di Gunung Lawu termasuk macan tutul.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, macan yang menyerang ternak warga itu berkelamin betina. Macan tersebut diduga baru punya anak [beranak]. Jadi membutuhkan pakan yang berlebih. Sementara ketersediaan pakan macan di hutan, seperti celeng dan lain sebagainya sudah sangat sulit,” kata Eka Muhammad Ruskanda kepada Solopos.com, Jumat (2/11/2018).

Eka mengatakan kejadian macan turun gunung juga dapat disebabkan musibah kebakaran di Gunung Lawu, beberapa waktu terakhir. Warga di Desa Sepanjang diimbau untuk terus bersiaga.

“Jika warga sudah siaga, biasanya macan akan sembunyi sementara waktu,” katanya.

Salah satu warga Sepanjang, Ina, mengatakan warga di desanya terus mewaspadai kehadiran macan Gunung Lawu.

“Yang saya tahu, bapak-bapak juga sudah membuat perangkap [ketika macan kembali ke Sepanjang]. Saya hanya berharap, semoga kondisi di desa kami segera aman,” katanya.

Terpisah, Camat Tawangmangu, Rusdiyanto, memperkirakan turunnya macan Gunung Lawu ke lereng gunung disebabkan pasokan makanan di hutan Gunung Lawu menipis. Di samping kebakaran di Gunung Lawu beberapa waktu terakhir juga menjadi pemicu macan Lawu turun gunung.

“Kondisi saat ini kan masih musim kemarau. Ditambah lagi ada musibah kebakaran. Hal itu membuat hewan di Gunung Lawu tak nyaman. Termasuk macan. Kami sudah mengimbau warga berhati-hati saat beraktivitas malam hari. Koordinasi dengan aparat keamanan terkait antisipasi menghadapi serangan macan di kawasan permukiman juga terus dilakukan. Kami berharap, semoga kondisinya segera kondusif kembali,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, delapan kambing di permukiman warga Sendang, Sepanjang, Tawangmangu, diserang hewan buas diduga macan Gunung Lawu, Selasa-Rabu (30-31/10/2018). Satu ekor kambing berhasil digondol macan.

Sedangkan sisanya mengalami luka. Aparat Polsek Tawangmangu juga turut memantau kondisi di Sepanjang sepanjang waktu.