6 Fakta Mayat Wanita di Luweng Pracimantoro Wonogiri

Proses evakuasi mayat perempuan di luweng Dusun Bakalan, Desa Gambirmanis, Pracimantoro, Wonogiri, Kamis (27/9 - 2018) malam. (Istimewa/Polres Wonogiri)
02 November 2018 09:00 WIB Suharsih Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Identitas mayat perempuan yang ditemukan di dasar luweng wilayah Pracimantoro pada September 2018 lalu sudah terungkap.

Mayat perempuan bernama Novi Wahyuning Pangesti itu juga sudah dimakamkan di kampungnya, Dusun Surupan, Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri, Rabu (31/10/2018).

Meski hasil tes DNA belum keluar, ayah Novi, Tri Hardjanto, yakin mayat perempuan itu adalah anaknya dilihat dari pakaian yang dikenakannya. Polisi juga masih menyelidiki kasus ini, termasuk kemungkinan Novi merupakan korban pembunuhan.

Berikut beberapa fakta yang berhasil dihimpun Solopos.com seputar kematian perempuan muda yang kali terakhir bekerja di salah satu mal di Solo Baru, Sukoharjo, itu.

1. Mayat Ditemukan Tanpa Identitas

Mayat Novi ditemukan di dasar luweng wilayah Dusun Bakalan, Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, pada 27 September 2018 sore. Meski sudah setengah membusuk, baunya tak tercium sampai ke permukiman warga karena berada di kedalaman 20 meter.

Mayat itu ditemukan seorang mahasiswa yang tengah melakukan penelitian mengenai luweng di wilayah itu. Saat ditemukan, tidak ada bukti identitas yang melekat di tubuh Novi maupun pada barang-barang bawaannya.

2. Mengenakan Helm dan Tas Punggung

Mayat Novi ditemukan bersama helm dan tas punggung. Keberadaan helm mengindikasikan Novi sampai di lokasi itu menggunakan sepeda motor.

Padahal berdasarkan informasi yang diperoleh Solopos.com dari keluarganya, Novi tidak memiliki sepeda motor dan saat berangkat dari Wonogiri ke Solo Baru, Sukoharjo, Novi naik bus. Novi indekos di dekat tempatnya bekerja.

3. Empat Bulan Menghilang

Sebelum ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di luweng wilayah Pracimantoro, pada September 2018, Novi sudah menghilang selama kurang lebih empat bulan. Dia tidak bisa dihubungi keluarganya sejak Mei 2018.

Ayahnya, Tri Hardjanto alias Benceng, sudah berusaha mencari Novi sampai ke Solo namun tak menemukannya. Kehilangan Novi ini juga sudah dilaporkan ke kepolisian.

4. Tempuh Jarak Puluhan Kilometer

Lokasi tempat mayat Novi ditemukan berjarak puluhan kilometer (km) baik dari rumahnya di Nguntoronadi maupun dari tempat kerjanya di Solo Baru. Nguntoronadi berada di sisi timur Waduk Gajah Mungkur sedangkan Pracimantoro berada di barat daya dari waduk tersebut.

Untuk menuju ke lokasi itu diperlukan alat transportasi dan jika dilihat helm yang ditemukan bersama mayatnya, Novi mencapai lokasi itu menggunakan sepeda motor. Fakta bahwa menurut keluarganya Novi tidak memiliki sepeda motor memunculkan spekulasi Novi pergi ke Pracimantoro karena diajak seseorang. Namun, siapa orang tersebut hingga kini tak seorang pun tahu.

5. Hasil Autopsi

Setelah ditemukan di luweng wilayah Pracimantoro, jenazah Novi langsung dibawa ke RSUD dr. Moewardi Solo untuk menjalani autopsi guna mengetahui penyebab kematiannya. Jenazah Novi juga dites DNA untuk memastikan identitasnya.

Namun hingga kini polisi belum mau mengungkap hasil autopsi itu dengan alasan kasus itu masih dalam penyelidikan. Sedangkan hasil tes DNA menurut keterangan keluarganya belum keluar.

6. Akhir November Berulang Tahun ke-20

Novi yang lahir pada 1998 akan berulang tahun ke-20 pada 31 November nanti. Keluarganya berharap ada keadilan untuk anak gadis satu-satunya itu. Mereka meminta polisi mengusut tuntas kasus kematian Novi dan menangkap pembunuhnya jika ada bukti kematian Novi karena dibunuh.