Jadi Momok, Nilai 95% Peserta Seleksi CPNS Jatuh di Tes Kepribadian

Bupati Klaten, Sri Mulyani (tengah), menyapa warga Klaten yang akan mengikuti tes CPNS di GOR Diponegoro Sragen, Sabtu (3/11 - 2018) siang. (Solopos/Kurniawan)
03 November 2018 19:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Fenomena sedikitnya peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018 yang lulus tes kompetensi dasar (TKD) terjadi tak hanya di Sragen, tapi di setiap kabupaten/kota.

Berdasarkan analisis Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Sragen, mayoritas nilai peserta TKD jatuh di tes karakteristik pribadi (TKP). TKP adalah salah satu mata uji saat TKD.

Selain TKP, ada dua mata uji saat TKD yaitu tes wawasan kebangsaan (TWK) dan tes intelegensia umum (TIU). Untuk dua mata uji tersebut, mayoritas peserta mampu mendapatkan nilai bagus.

Namun walau pun nilai TWK dan TIU bagus, peserta tetap dinyatakan tak lulus TKD bila tak bisa mencapai nilai minimum (passing grade) mata uji TKP. Passing grade mata uji TKP yaitu 143. Sedangkan passing grade untuk TWK dan TIU berturut-turut 75 dan 80.

"Nilai mayoritas peserta seleksi TKD jatuh di mata uji kepribadian. Bisa dicek, mencapai 95 persen. Sedangkan untuk mata uji TWK dan TIU rata-rata nilai mereka bagus," tutur Kabid Perencanaan dan Pengadaan Pegawai BKPPD Sragen, Dwi Agus Prasetyo., Sabtu (3/11/2018).

Agus, panggilan akrabnya, menganalisis banyaknya peserta seleksi CPNS tak lolos TKD juga karena banyak yang berstatus sudah lama lulus alias bukan lagi lulusan baru pendidikan (fresh graduate).

Sebab pendaftar dengan status fresh graduate punya kecenderungan atau peluang lulus lebih besar. Dia mencontohkan saat tes CPNS di berbagai kementerian di pemerintah pusat.

"Saat tes CPNS di kementerian-kementerian itu kan sudah ada ketentuan passing grade. Tapi nyatanya tidak muncul gejolak saat itu. Hal itu karena yang daftar banyak fresh graduate," ujar dia.

Pendapat senada disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto, Sabtu. Dia mempertanyakan tingkat atau standar kepribadian para CPNS lantaran tak lulus tes kepribadian.

Kondisi tersebut menurut dia menunjukkan pentingnya pendidikan moral dan kepribadian seperti yang digaungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Program revolusi mental harus berkesinambungan.

Ihwal tak terpenuhinya formasi CPNS Sragen lantaran hanya 121 orang yang lulus TKD, mantan kepala DPPKAD Karanganyar itu mengaku tak bisa berbuat apa-apa. Regulasi harus dipatuhi.

Tapi ke depan dia berharap ada perubahan sistem penilaian TKD, apakah itu dengan menurunkan passing grade di tiga mata uji atau mengakomodasi nilai kumulatif tiga mata uji.