Meski Serang Ternak, Macan Gunung Lawu Tak Boleh Dibunuh

Bangkai kambing yang diserang hewan buas di Tawangmangu, Karanganyar. (Istimewa/Polsek Tawangmangu)
03 November 2018 22:02 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Warga di Sendang, Sepanjang, Tawangmangu, Karanganyar, dilarang membunuh macan tutul Gunung Lawu meski hewan itu dianggap mengancam keselamatan warga setempat. Jika terpaksa menangkap macan Gunung Lawu, warga diminta langsung berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Surakarta.

Hal itu dikatakan Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Lawu Utara, Edy Saryono, saat ditemui wartawan di kawasan Hutan Bromo Karanganyar, Sabtu (3/11/2018).

“Meski membahayakan [mengancam nyawa], warga dilarang keras membunuh macan tutul itu sewaktu melihatnya. Macan tutul ini termasuk hewan hewan yang dilindungi. Jangankan membunuh, melukai dengan membuat perangkap atau jebakan sebenarnya tidak diperbolehkan. Ketika melihat, cukup diusir [agar kembali ke hutan]. Seandainya sampai menangkap, segera koordinasikan dengan BKSDA,” kata Edy Saryono.

Lebih dari tiga dekade terakhir, Edy Saryono mengaku sudah jarang memperoleh laporan tentang hewan buas yang turun dari Gunung Lawu. Hal itu termasuk macan tutul.

Edy Saryono mengakui di Gunung Lawu masih terdapat beberapa hewan buas. Namun, jenis hewan buas paling banyak di Gunung Lawu bukanlah macan tutul Jawa, melainkan celeng.

Sebelumnya, delapan kambing di permukiman warga Dusun Sendang, Sepanjang, Tawangmangu, Karanganyar, diserang hewan buas yang diduga macan tutul Gunung Lawu, Selasa-Rabu (30-31/10/2018). Kuat dugaan serangan ke hewan piaraan warga di Sepanjang dilakukan lebih dari satu ekor macan. 

Aparat polisi telah mengecek serangan di Sepanjang tersebut pada Kamis (1/11/2018) pukul 09.00 WIB setelah mendapat laporan warga setempat. Hasil pengecekan polisi menyimpulkan terjadi pada Selasa (30/10/2018) tengah malam atau Rabu dini hari pukul 24.00 WIB.

Hewan buas itu melukai lima ekor kambing milik warga Sepanjang, Karto Wagiyo, 65. Satu dari lima ekor kambing milik Karto Wagiyo itu bahkan hilang diduga dibawa kabur macan. Sedangkan empat ekor kambing lainnya terluka di kandang kambing milik Karto Wagiyo. Serangan itu kali pertama diketahui Karto Wagiyo beberapa jam setelah kejadian.