Soal Anggaran Flyover Purwosari, Wali Kota Solo Ogah Tanggapi Banggar

Kendaraan melintas di perlintasan sebidang Purwosari, Laweyan, Solo, Rabu (4/7 - 2018) pagi. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
04 November 2018 15:40 WIB Ivan Andimuhtarom Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo tak mau ambil pusing soal informasi dari Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Solo yang menyebut anggaran Rp170 miliar untuk flyover Purwosari belum diajukan oleh Kementerian (PUPR) dalam RAPBN 2019.

Rudy optimistis proyek pembangunan flyover Purwosari dapat dilaksanakan tahun depan. Rudi mengatakan pernyataan Banggar DPRD tak perlu diperhatikan. Alasannya, proyek pembangunan flyover Purwosari adalah bagian dari proyek strategis nasional sehingga menjadi prioritas.

"Kemarin kami sudah sosialisasi dan berkoordinasi dengan PLN, PT KAI, dengan Dishub, Menteri Perhubungan, dan Menteri PUPR. Biarin aja ngomong aja kok. Ndak mbayar aja kok,” ujarnya saat ditemui wartawan di sela-sela pengundian hadiah BPPKAD di depan Loji Gandrung, Minggu (4/11/2018).

Ditanya lebih jauh soal pelaksanaan proyek tersebut, Rudy hanya menyatakan untuk melihat situasi ke depan. "Enteni wae. Nek aku ngomong ora dipercaya ya sudah nhu (Ditunggu saja. Kalau saya bicara tidak dipercaya ya sudah)," tutupnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Hari Prihatno, mengatakan sudah mempersiapkan rencana manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) jika flyover Purwosari kelak dikerjakan. Menurutnya, rencana itu sudah dipaparkan di hadapan wali kota.

"Soal pengalihan-pengalihan [arus kendaraan] pada saat pembangunan [sudah dipaparkan]," ujarnya saat ditemui wartawan di CFD Jl. Slamet Riyadi Solo, Minggu.

Rencana MRLL tersebut akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi selama pengerjaan Flyover Purwosari berlangsung. "Teknis pembangunannya kan kami belum tahu, apakah ditutup semua, apakah buka-tutup? Itu berpengaruh terhadap MRLL yang akan dibuat. Tapi secara umum sudah dibuat," terangnya.

Dishub masih menunggu rencana dari pelaksana proyek. Pelaksana proyek bisa saja mengerjakan flyover dimulai dari sisi barat perlintasan sebidang kereta api Purwosari.

Tetapi, bisa juga pelaksana mengerjakannya dari sebelah timur perlintasan sebidang.

"Atau dikerjakan bareng. Itu jadi penentu juga [MRLL]. Kami menyesuaikan kondisi. Setelah pelaksana punya konsep, kami masih sosialisasi ke masyarakat juga," kata dia.

Disinggung soal flyover Manahan, ia mengatakan belum mendapat informasi kapan flyover dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Setelah pekerjaan selesai, Pemkot Solo masih harus memenuhi lampu jalan, markah jalan, dan sebagainya.

"MRLL untuk Manahan sudah kami siapkan. Begitu siap, kami adakan simulasi terlebih dahulu di sana," tutupnya.

Plt. Sekda Solo, Untoro, mengaku belum bisa memberikan keterangan lengkap soal anggaran flyover Purwosari dari APBN.

Sebelumnya, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Solo kecewa berat setelah mengetahui anggaran pembangunan flyover Purwosari yang digadang-gadang bakal dibiayai APBN 2019 ternyata belum diajukan oleh Kementerian PUPR.

Informasi tersebut berkebalikan dengan informasi yang disampaikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam rapat bersama banggar membahas RAPBD Kota Solo 2019 beberapa waktu lalu.

Anggota Banggar DPRD Kota Solo, Sugeng Riyanto, mengatakan banggar berkonsultasi ke Kementerian PUPR pada Jumat (2/11/2018) siang. Rombongan diterima Direktur Jembatan Iwan Zarkasi dan Direktur Pengembangan Jaringan Jalan Rahmat Arif. 

Ia menjelaskan saat Banggar menanyakan waktu dimulainya pembangunan flyover Purwosari, keduanya menyatakan anggaran senilai Rp170 miliar belum diajukan dalam RAPBN 2019.

“Padahal, dalam pembahasan di Komisi II, masalah anggaran dan rencana pembangunan itu sudah dianggap klir. Banggar juga sudah menyetujui anggaran penyertaan senilai Rp10 miliar dalam APBD 2019,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Solo tersebut kepada Solopos.com, Jumat siang.