Kucing Pasar di Solo Ditangkap lalu Disuntik,  untuk Apa?

Dokter hewan dan anggota Rumah Difabel Meong memberikan obat cacing untuk kucing di Pasar Harjodaksino, Gemblegan, Serengan, Solo, Minggu (4/11/2018). - Nicolous Irawan
04 November 2018 20:43 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

 Solopos.com, SOLO--Sukarelawan Rudi Meong melakukan operasi kucing di Pasar Harjodaksino, Minggu (4/11/2018). Mereka membawa keranjang untuk tempat kucing-kucing hasil tangkapan lalu menyuntik obat cacing. Dokter hewan, Nury, ditugasi menyuntik obat cacing kepada kucing. “Awalnya saya diberi tugas melakukan suntik obat cacing. Tetapi kondisi [kesehatan] kucing tidak bagus, tidak sehat, dan hamil, tidak bisa saya suntik obat cacing. Akhirnya  saya beri vitamin,” ujar Nury.

Nury tak menyuntik kucing yang hamil karena obat cacing bisa menyebabkan keguguran. Nury mengatakan suntikan diberikan agar kucing tak cacingan. Pasar yang jadi tempat tinggal kucing jadi faktor penyebab hewan itu cacingan.

“Obat cacing membuat pencernaan kucing lebih sehat, jadi makanan yang dimakan kucing murni dia serap dan tidak diserap oleh cacing. Katakanlah kucing memakan 200 kalori ya itu 200 kalori yang disimpan di dalam tubuh si kucing. Lingkungan bisa menyebabkan kucing mengalami sakit cacing. Penyakit cacingan juga bisa ditularkan lewat air susu kepada anak kucing,” ujar Nury.

Menurut Ketua Rudi Meong, Tommy, gerakan itu akan dilakukan di 44 pasar di Kota Solo. “Baru pertama di Pasar Harjodaksino. Di pasar ini kami menemukan sekitar 15 kucing dan beberapa hanya diberikan vitamin karena kucing tersebut hamil. Kami akan melakukan gerakan seribu cacing ini di 44 pasar lainnya di Kota Solo,” ujar Tommy.

Lurah Pasar Harjodaksino, Listianto, menyambut baik kegiatan ini. ”Banyak orang membuang kucing di pasar. Mereka menganggap di pasar kucing terjamin makanannya,” ujarnya.