Ini Langkah yang Disarankan untuk Hadapi Macan Gunung Lawu

Macan tutul di Taman Nasional Baluran. (Wikipedia.org - Candra Firmansyah)
04 November 2018 05:30 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Serangan hewan buas yang diduga macan tutul Gunung Lawu di Sendang, Sepanjang, Tawangmangu, Karanganyar, di pengujung Oktober 2018 meresahkan warga setempat. Para pemilik ternak diminta waspada, namun dilarang membunuh hewan langka itu.

Asisten Perhutani (Asper) Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Lawu Utara, Edy Saryono, mengakui di Gunung Lawu masih terdapat beberapa hewan buas. Namun jenis hewan buas yang paling banyak di Gunung Lawu adalah celeng. 

“Guna menghindari serangan macan ke kandang ternak, warga diimbau untuk memperkuat kandang. Terkait turunnya macan hingga ke kadang milik warga [di permukiman], kami tidak tahu persis,” katanya saat ditemui wartawan di kawasan Hutan Bromo Karanganyar, Sabtu (3/11/2018).

Camat Tawangmangu, Rusdiyanto, mengaku terus mengimbau warga agar selalu waspada. Di samping itu, Kecamatan Tawangmangu aktif berkoordinasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Sepanjang, aparat keamanan, BKSDA, dan Perhutani. 

“Warga tetap kami imbau untuk memasang kaleng berisi kricak agar menimbulkan bunyi di sekitar desa. Harapannya dengan mendengar bunyi-bunyian seperti itu, macan tak kembali ke sekitar Sepanjang,” katanya.

Sebelumnya, warga Sendang, Sepanjang, Tawangmangu, gempar karena serangan hewan buas diduga macan tutul terhadap hewan ternak mereka, Selasa-Rabu (30-31/10/2018). Selama dua hari itu, diduga macan tutul Gunung Lawu melukai delapan ekor kambing. Satu dari delapan ekor kambing itu juga diduga digondol macan.