Keluarga Korban Meninggal di Luweng Pracimantoro Minta Ini ke Polisi 

Keluarga Novi Wahyuning Pangesti beserta warga Nguntoronadi menggelar doa bersama untuk Novi yang meninggal di luweng Pracimantoro, Sabtu (3/11 - 2018) malam. (Istimewa/Joko Pangang)
04 November 2018 16:40 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Keluarga Novi Wahyuning Pangesti, 19, perempuan yang ditemukan tewas di Luweng Dusun Bakalan, Desa Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro menggelar doa bersama diiringi bacaan Yasin dan Tahlil di rumah duka Dusun Surupan, Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri, Sabtu (3/11/2018) malam.

Keluarga berdoa agar polisi bisa mengungkap penyebab Novi meninggal dan mayatnya ditemukan di luweng Pracimantoro. Paman Novi, Joko Pangang, mewakili ayah Novi, Tri Hardjanto alias Benceng, kepada Solopos.com, mengatakan doa bersama diiringi Yasin dan Tahlil untuk mendoakan almarhumah Novi.

"Doa bersama dalam rangka tujuh hari dan seratus hari Novi dirangkap menjadi satu. Warga desa hingga warga Kecamatan Baturetno turut hadir untuk berdoa bersama. Sekitar 150 orang hadir," ujarnya.

Ia menambahkan keluarga turut mendoakan Polres Wonogiri agar secepatnya bisa mengungkap kasus yang menimpa Novi. Keluarga berdoa agar almarhumah Novi yang merupakan anak perempuan satu-satunya dari empat bersaudara tersebut dapat diterima dan diampuni segala dosanya oleh Tuhan.

Sebelumnya, jenazah Novi Wahyuning Pangesti yang lahir pada 31 November 1998 dimakamkan pada Rabu (31/10/2018) di permakaman umum Dusun Surupan, Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, tak jauh dari rumahnya.