Kakek-Kakek Terjun dari Lantai III Rumah Deret Keprabon Solo

ilustrasi bunuh diri. (Solopos/Dok)
05 November 2018 16:35 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Seorang kakek-kakek penghuni rumah deret RT 006/RW 005, Kampung Kusumodiningratan, Keprabon, Banjarsari, Solo, Sugiman, 82 meninggal dunia dengan luka parah pada bagian muka setelah terjun dari lantai III rumah deret tersebut, Senin (5/11/2018).

Sugiman ditemukan meninggal dalam kondisi tertelungkup di tanah di bawah rumah deret tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, tubuh Sugiman terjatuh di depan kios tanaman hias milik Ganito, 42, di lantai I rumah deret tersebut.

Saat kejadian, Ganito tengah duduk di teras kiosnya sekitar pukul 12.15 WIB. Tiba-tiba terdengar suara bluk dan ternyata tubuh Sugiman jatuh di depan kiosnya.

Sugiman jatuh dalam kondisi tertelungkup dengan luka pada kepala karena membentur paving lantai depan kios. “Saya kaget tahu-tahu ada suara bluk dan orang jatuh di depan saya. Ternyata Mbah Sugiman,” kata Ganito kepada Solopos.com.

Ganito lantas meminta bantuan tetangga untuk menghubungi polisi. Aparat Kepolisian datang dan langsung mengevakuasi Sugiman.

Kanitreskrim Polsek Banjarsari, Iptu Syarifudin, mengatakan dari hasil penyelidikan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan terhadap tubuh Sugiman. Sugiman dipastikan meninggal murni karena bunuh diri.

Aksi bunuh diri itu dilakukan Sugiman diduga lantaran tak kuat menahan sakit yang sudah menahun tak kunjung sembuh. Hal ini diperkuat keterangan anak Sugiman bahwa ayahnya beberapa kali mencoba bunuh diri, namun selalu gagal karena ketahuan keluarga.

Korban menderita sakit komplikasi prostat, jantung, dan gagal ginjal sejak lama. “Sudah tiga kali mencoba bunuh diri. Tapi selalu ketahuan anak korban. Nah saat kejadian korban sendirian karena ditinggal anaknya jualan,” katanya.

Menurutnya, Sugiman depresi lantaran sakit menahun. Sugiman tak kuat menahan sakit yang terus menerus hingga akhirnya bunuh diri dengan terjun dari lantai III di rumah deret tersebut.

Kasus bunuh diri ini kali pertama terjadi di rumah deret. “Berdasarkan pemeriksaan Inafis, tidak ada tanda-tanda penganiayaan dari tubuh korban. Korban murni bunuh diri,” katanya.