Flyover Manahan Solo Sisi Kota Barat akan Dibikin 2 Lajur

Penampakan flyover Manahan Solo yang hampir jadi, Jumat (26/10 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
05 November 2018 21:05 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Jalan layang (flyover) Manahan Solo sisi Jl. dr. Moewardi atau Kota Barat kemungkinan bakal dibikin dua lajur.

Berdasarkan pantauan solopos.com, Senin (5/11/2018) pagi, lebar jalan flyover Manahan Solo sisi Jl. dr. Moewardi tidak jauh beda dengan lebar jalan flyover Manahan sisi Jl. Adisucipto yang rencananya dibagi menjadi dua lajur. Lebar kedua jalan tersebut kurang lebih 8 meter (m).

Saat dimintai informasi, salah seorang pekerja proyek pembangunan flyover Manahan yang tengah berada di mulut flyover sisi Kota Barat membenarkan jalan flyover sisi Jl. dr. Moewardi bakal dibuat dua lajur.

"Iya dua lajur, satu untuk naik menuju Jl. Adisucipto, satunya untuk turun dari Jl. M.T. Haryono," kata laki-laki pekerja yang enggan menyebutkan namanya itu ketika dimintai informasi soal flyover Manahan, Senin.

Sebelumnya pada Jumat (2/11/2018) pagi, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, saat ditanya solopos.com terkait kondisi flyover Manahan sisi Jl. dr. Moewardi akan dibikin dua lajur atau tiga lajur, dia menjawab dua lajur.

Namun sebelum menjawab itu, Wali Kota sempat mencoba memastikan jalan yang dimaksud itu apa hanya untuk naik? Ketika solopos.com menjawab turun naik, Wali Kota tidak menjawab secara pasti jumlah lajur jalan. Dia menegaskan penggunaan flyover nanti bisa disesuaikan dengan kondisi.

"Maksudnya naik? Oh ya dua lajur. Itu penggunaan nanti menyesuaikan lah, enggak bakalan mau jejer-jejer telu ngono. Menyesuaikan nanti," jelas Rudy di sela-sela meninjau bakal lokasi pembangunan pasar daurat bagi pedagag Pasar Legi di Jl. Sabang, Jumat lalu.

Saat diwawancarai solopos.com, Rabu (26/9/2018) lalu, Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, mendapat informasi dari PT Yasa Putria Perkasa selaku kontraktor proyek pembangunan flyover Manahan bahwa flyover Manahan sisi Jl. dr. Moewardi hanya akan dibuat menjadi dua lajur.

Dia menilai kondisi itu kurang ideal karena dipastikan akan terjadi pertemuan arus lalu lintas atau merging kendaraan dari arah Jl. M.T. Haryono dan Jl. Adisucipto di simpang atas flyover Manahan. Ari menyebut munculnya merging tersebut rawan menimbulkan antrean kendaraan di flyover.

Dishub mengusulkan kepada KemenPUPR membagi flyover Manahan sisi Jl. dr. Moewardi menjadi tiga lajur jika tidak ingin timbul antrean di flyover. Tiga lajur jalan di flyover Manahan sisi Jl. dr. Moewardi diperlukan untuk menampung kendaraan antara lain dari Jl. Adisucipto menuju ke Jl. dr. Moewardi, kendaraan dari Jl. M.T. Haryono menuju Jl. dr. Moewardi, dan kendaraan dari Jl. dr. Moewardi menuju Jl. Adisucipto.