Pembalut Dibuang ke Septictank, IPAL Komunal Serengan Solo Bocor

Pengendara motor melewati saluran pembuangan limbah yang bocor di Kampung Makam Bergolo RT 001/RW 009, Kelurahan Serengan, Senin (5/11 - 2018). (Solopos/Ratih Kartika)
05 November 2018 18:15 WIB Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) komunal di Kampung Makam Bergolo RT 001/RW 009 Kelurahan/Kecamatan Serengan, Solo, bocor.

Akibatnya air dari saluran pembuangan itu langsung dialirkan ke Sungai Makam Bergolo agar tidak meluber ke jalan.

Ketua RT 001/RW 009, Bajuri Widodo, mengatakan air dari pembuangan tersebut terpaksa dialirkan ke sungai karena sebelumnya sempat meluber ke jalan.

Dia menjelaskan hanya air dari pembuangan limbah rumah tangga tersebut yang dialirkan ke sungai dengan sekat. Sedangakn saluran pembuangan tinja tidak terkena dampaknya.

“Kemarin kan membeludak ke jalan [airnya]. Ya sudah saya buatkan saluran yang langsung membawa air masuk ke dalam kali untuk dibuang. Kan sebelumnya saluran yang dibuang ke sungai melalui pipa peralon,” jelas Bajuri kepada Solopos.com, Senin (5/11/2018).

Dia menjelaskan kebocoran tersebut dikarenakan warga masih ada yang membuang pembalut, plastik, bahkan pernah ditemukan celana dalam anak-anak dibuang ke dalam septictank milik warga.

Akibatnya saluran yang terbuat dari paralon tersebut pampat karena seringnya terdapat limbah-limbah tersebut.

“Biasanya saya dibantu warga ogrok-ogrok [mengambili barang-barang tersebut]. Biasanya langsung mengalir [setelah diogrok-ogrok]. Tapi ini enggak bisa,” papar dia.

Dia menjelaskan limbah rumah tangga yang berasal dari septictank tersebut akan mengalir ke Sanitasi Masyarakat (Sanimas) untuk selanjutnya diolah menjadi biogas.

Pembuatan Sanimas dilakukan pada 2008 dengan dana bantuan senilai Rp350 juta. Kini dengan adanya Sanimas tersebut, empat keluarga di RW itu tidak membeli elpiji selama tiga tahun belakangan.

“Masuk ke Sanimas [dari septictank], diolah di situ, salurannya dua dari [limbah] rumah tangga. Tinja masuk ke Sanimas, air masuk ke Sungai Makam Bergolo. Jadi dari kamar mandi orang masuknya ke sini. Diolah jadi biogas,” tutur dia.

Menurut dia, sebelumnya apabila sudah dibersihkan air langsung bisa mengalir dari pembuangan tersebut. Akan tetapi karena terlalu banyak tumpukan sampah, pipa paralon tersebut tidak bisa maksimal dalam proses pembuangan air dan akhirnya bocor.

“Kemarin sudah saya laporkan ke Sanimas Jateng, sudah didatangi dan didata tapi [sudah sepekan ini] belum ada perbaikan. Kemarin juga sudah laporan [ke pemerintah kelurahan] saat rapat,” jelas dia.

Lurah Serengan, Restu Tiaswening, mengatakan ada sedikit kerusakan pada saluran air IPAL komunal tersebut. Pada saat rapat, RW terkait juga telah melaporkan kerusakan tersebut.

Dia menjelaskan saat ini masih dalam proses pengajuan dana pembangunan kelurahan (DPK). “Perbaikan tersebut akan diserahkan ke musrenbangkel [musyarawah perencanaan pembangunan kelurahan] dan keputusan perbaikan ada di peserta musrenbangkel nantinya,” kata dia, Senin.