57 Inovasi Dipamerkan, Pemdes di Sragen Jadi Penjual dan Pembeli

Suasana bursa inovasi desa di Gedung Sasana Manggala Sukowati, Sragen, Senin (5/11 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
05 November 2018 14:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Tim seleksi memasukkan 57 inovasi dari 80 usulan inovasi yang didaftarkan desa-desa di Bumi Sukowati dalam Bursa Inovasi Desa di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen.

Panitia dari Pemkab Sragen menyiapkan empat lokasi transaksi inovasi dalam bursa tersebut. Penjelasan itu disampaikan Tenaga Ahli Bidang Infrastruktur Kabupaten Sragen Bambang Haryono saat ditemui Solopos.com di Gedung SMS Sragen, Minggu (4/11/2018).

Dia menjelaskan banyak usulan inovasi tetapi inovasi yang diusulkan itu masih dalam proses dan belum final. Selain itu, Bambang mengatakan inovasi yang diusulkan tidak bisa direplika sehingga tidak semua usulan inovasi diterima.

“Waktunya memang mepet. Inovasi desa yang muncul pun berdasarkan hasil pendataan dari kecamatan. Namun nantinya masih ada lanjutan dari bursa inovasi desa ini, yakni kartu ide. Jadi dalam bursa inovasi ini, desa bisa berperan ganda, yakni sebagai pedagang dan pembeli. Pedagang maksudnya desa memiliki inovasi yang bisa dijual kepada desa lain. Pembeli, desa bisa mereplika inovasi desa lain,” ujar Bambang.

Selama ini, Bambang mendorong agar desa memanfaatkan dana desa (DD) yang besar itu untuk membuat program unggulan desa sehingga tidak melulu habis untuk infrastruktur. Untuk bursa inovasi desa tersebut, Bambang tidak memaksa desa harus punya inovasi tetapi seadanya dulu.

“Ada desa yang memiliki lebih dari satu inovasi yang dipamerkan di bursa nanti,” jelasnya.

Dia menjelaskan dalam bursa nanti ada paparan dari inovator, ada pameran produk inovasi, ada ruang display inovasi. Ruang transaksi inovasi ada empat tempat.

Di ruang transaksi itu, kata dia, ada dialog antara penyedia inovasi dan konsumen inovasi. “Nanti per blok transaksi itu diperuntukan 49 desa,” katanya.

Blok transaksi itu terbagi atas Blok A, B, C, dan D. Selain produk inovasi desa dari Sragen, Bambang juga menyajikan produk inovasi dari kementerian yang bisa direplikasi oleh desa sesuai dengan potensinya. Produk inovasi desa dari kementerian itu berasal dari luar Sragen.