Pameran Ekonomi Kreatif Klaten Hadirkan Tas Goni hingga Kapal Batok Kelapa

Bupati Klaten, Sri Mulyani, berbincang dengan pembuat produk kapal layar berbahan limbah batok kelapa di salah satu stan peserta Pameran Ekonomi Kreatif di Gedung Sunan Pandanaran Klaten, Selasa (23/10 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
05 November 2018 09:40 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Stan memenuhi ruangan hingga halaman Gedung Sunan Pandanaran Klaten, Selasa (23/10/2018). Aneka kerajinan dan produk usaha kecil menengah (UKM) terpajang di setiap stan seperti lurik, batik, konfeksi, air minum dalam kemasan, beras, mebel, kerajinan tangan, hingga makanan olahan.

Kerajinan tangan hasil karya Dwi Octorico menjadi salah satu pengisi stan Kecamatan Trucuk. Salah satu karya warga Dukuh Srebeg Gede, Desa/Kecamatan Trucuk itu berupa kapal layar yang dibikin menggunakan batok kelapa dengan harga per unit sekitar Rp25.000. Karya tersebut kini menembus pasar Turki.

“Rata-rata per bulan bisa produksi sekitar 500 kapal dari batok kelapa,” kata istri Dwi, Pawestri, yang menjaga stan saat ditemui di sela-sela pameran, Selasa.

Lain halnya dengan kerajinan buatan Khusnul Itsariati, warga Desa Malangan, Kecamatan Tulung. Beragam tas dan dompet berbahan dasar kain kanvas serta goni terpajang di stan Kecamatan Tulung. Hasil karya Ria dengan merek Kimibag yang melibatkan santri pondok pesantren itu mampu menembus pasar ekspor seperti di Brunei Darussalam, Singapura, Swis, serta Belanda.

Soal harga, Ria menjelaskan kisaran Rp5.000-Rp260.000 tergantung besar serta kerumitan membuat karya tersebut. “Kalau rata-rata produksi itu tergantung pesanan juga. Seperti saat ini ada pesanan 2.000 tas,” kata Ria.

Pameran Ekonomi Kreatif (Ekokraf) diikuti sekitar 130 UKM terdiri dari masing-masing dua UKM yang ada di 26 kecamatan, 11 klaster UKM di Klaten, serta UKM binaan corporate social responsiblity (CSR) perusahaan swasta. Pameran digelar mulai Selasa-Jumat (23-26/10/2018).

“Pameran ini untuk mengenalkan potensi UKM yang ada di Klaten. Untuk sementara difokuskan pada pengenalan ke warga lokal terlebih dahulu agar mengetahui dan memiliki minat untuk membeli produk asli Klaten. Jumlah total UKM di Klaten ada sekitar 54.000 UKM,” kata Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Klaten, Bambang Sigit Sinugroho.

Sementara itu, Bupati Klaten, Sri Mulyani, berharap dari kegiatan itu bisa meningkatkan ketertarikan warga lokal membeli produk asal Klaten. Ia mendorong agar pelaku UKM mulai merambah dunia maya untuk pemasaran produk mereka.

Di sisi lain, pemkab berencana menggulirkan program pinjaman tanpa bunga untuk UKM. Melalui APBD 2019, pemkab mengusulkan alokasi dana senilai Rp3 miliar hingga Rp5 miliar untuk program tersebut. Namun, program itu masih dalam tahap kajian.

“Ini untuk memperkuat UKM yang ada di Klaten. Untuk teknisnya apakah nanti dilakukan melalui Disdagkop dan UKM, Bappeda, atau OPD lain itu tergantung dari hasil kajian. Yang jelas, nanti ada verifikasi UKM yang bisa mengakses pinjaman tanpa bunga itu,” jelas dia.