Bupati Klaten: Perangkat Desa Muda Jangan Keminter

Bupati Klaten Sri Mulyani (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
05 November 2018 10:30 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Para perangkat desa diminta tak keminter atau sok pintar. Mereka juga diminta loyal kepada kades yang memiliki program untuk masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Klaten, Sri Mulyani, saat membuka bimbingan teknis (bintek) dan workshop bagi perangkat desa baru di Tjokro Hotel, Klaten, Senin (22/10/2018). “Perangkat desa yang baru hasil pengisian kemarin diisi anak-anak muda yang semangatnya masih tinggi. Saya berpesan aja keminter, jangan sampai tidak loyal ke kades. Keloyalan itu yang utama tentunya ketika kades memiliki program yang baik. Saya minta didukung 1.000 persen,” kata Mulyani saat menyampaikan sambutan.

Mulyani mengklaim pengisian perangkat desa belum lama ini dilakukan secara bersih dan tuntas atau clean and clear. Ia berharap para perangkat desa baru bisa menjaga komitmen mereka untuk menjadi aparatur desa yang jujur dan bersih.

Ditemui seusai pembukaan, Mulyani mengatakan para perangkat desa hasil pengisian belum lama ini relatif berusia muda terkait permintaannya agar perangkat desa tak sok pintar.

“Terkadang saat usia masih muda itu idealisnya masih tinggi. Bisa-bisa kurang menghormati yang lebih senior. Saya rasa dengan bintek dan penekanan ini mereka bisa pintar lahir dan batin. Perangkat desa itu kalau tidak diberi tahu terus menerus terkadang lupa akan tupoksinya. Seperti Pak Mudin [Kaur Kesejahteraan Rakyat] itu kan orang yang dari sisi agamanya kuat dan bisa mengayomi warganya. Kalau tidak diberi ilmu lahir dan batin, bisa-bisa roda pemerintahan tidak jalan,” urai Mulyani.

Bintek dan workshop tersebut diberikan kepada 893 aparatur desa. Perinciannya sekitar 47 kades hasil pilkades serentak 2017 dan 846 perangkat desa hasil seleksi April 2018. Perangkat desa itu diantaranya terdiri dari Kaur Perencanaan, Kaur Kesra, Kasi Pemerintahan, hingga Kadus. Sementara, 119 sekretaris desa (sekdes) sudah mengikuti bintek beberapa waktu lalu.

Kepala Dispermasdes Klaten, Jaka Purwanto, menjelaskan total waktu pelaksanaan bintek selama delapan hari yang dibagi dalam empat angkatan. Masing-masing angkatan terdiri dari dua kelas dengan jabatan berbeda. “Jadi fokus materi dispesiikasikan sesuai jabatan,” urai dia.

Jaka mengatakan para perangkat desa diminta loyal dan profesional. Dari sisi penguasaan teknologi, ia menjelaskan kemampuan IT perangkat desa baru tak lagi diragukan. “Selain itu mereka juga harus amanah dan memiliki modal sosial. Perangkat desa kan tidak lepas dari pamong desa soalnya harus ngemong warga, tidak hanya berkutat pada masalah birokrasi,” katanya.

Di sisi lain, Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten menyatakan program sekolah perangkat desa tetap bergulir. Sekolah yang dimaksud yakni memberikan materi kepada para perangkat desa baru salah satunya masalah administrasi keuangan desa. “Sekitar September kemarin sudah mulai sekolah perangkat desa. Kami fokuskan ke 30 desa binaan Kejari dengan harapan bisa ditularkan ke desa lain,” kata Kajari Klaten, Fery Mupahir, saat ditemui beberapa waktu lalu.