Asale Desa Nglinggi Klaten Dulu Ditemukan Banyak Lingga

Warga melintas di depan Kantor Desa Nglinggi, Jl. Wilis, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, Jumat (2/11 - 2018). (Solopos/Cahyadi Kurniawan)
05 November 2018 15:40 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Desa Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dulunya dikenal terdapat banyak lingga. Lingga adalah arca atau patung, yang merupakan sebuah objek pemujaan atau sembahyang umat Hindu. 

Lingga itu bisa dijumpai di dua dukuh, yakni Dukuh Mlaran dan Dukuh Hadirejo, Desa Nglinggi, Klaten Utara. “Dahulu di sini banyak arca berupa lingga. Waktu itu saya masih anak-anak. Kalau sekarang sudah jarang,” kata Kepala Desa (Kades) Nglinggi, Sugeng Mulyadi, saat ditemui solopos.com, baru-baru ini.

Ia mengatakan lingga-lingga itu kini tersisa satu di sebelah barat SDN Nglinggi, Dukuh Hadirejo. Sedangkan, lingga di Dukuh Hadirejo kini dipindah dan dirawat oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah. Banyaknya lingga itulah yang kemudian diyakini membuat daerah itu dinamai Nglinggi.

“Banyaknya lingga di sini, kami meyakini bahwa penduduk Nglinggi ini dulu dikenal religius dan mereka dikenal taat beribadah kepada Sang Pencipta,” terang Sugeng.

Tak hanya itu, menurut ingatannya, banyak penganut agama Hindu berbondong-bondong ke kawasan Candi Prambanan pada waktu-waktu tertentu. Di sana, mereka bergabung dengan pemeluk Hndu dari berbagai daerah lain. Dahulu, pemeluk agama Hindu banyak ditemui di Nglinggi.

“Kalau ada hubungan apa dengan candi-candi di kawasan Prambanan, saya kurang tahu. Namun, sekarang pemeluk Hindu di Nglinggi tersisa sedikit,” beber dia.

Keberadaan lingga dan sejarah yang kuat di Nglinggi inilah yang akan dikelola menjadi wisata edukasi dan sejarah bagi anak-anak. Desa Nglinggi mengemas wisata itu dengan outing class dan outbond.

“Kami perlahan-lahan menuju ke sana karena ini potensi desa yang perlu dikembangkan,” tutur Kades Nglinggi, Sugeng Mulyadi.