Gara-Gara Kemarau Panjang, Jalan di Wonogiri Ini Terbelah

Pengendara sepeda motor melintas di Jl. Tawangsari ruas Desa Jendi-Gunung Wijil yang merekah seolah terbelah pada Senin (5/11 - 2018) pagi. (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)
05 November 2018 16:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Ruas jalan Desa Jendi-Gunung Wijil atau Jl. Tawangsari, Kecamatan Selogiri, Wonogiri, merekah seperti terbelah pada pembatas lajur jalan yang terbuat dari cor. Musim kemarau diduga menjadi penyebab merekahnya ruas jalan tersebut.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di lokasi, Senin (5/11/2018), jalan itu merekah sepanjang sekitar satu kilometer tepat dari sebelah utara Terminal Giri Adipura ke arah barat. Lebar rekahan jalan bervariasi dari tiga sentimeter hingga sepuluh sentimeter. 

Kondisi cor jalan pada beberapa bagian juga miring. Di beberapa lokasi, rekahan jalan sudah ditambal dengan aspal, namun aspal justru masuk ke dalam rekahan.

Plt. Kepala Desa Jendi, Toto Tri Mularto, kepada Solopos.com, mengatakan rekahan jalan semakin melebar dari hari ke hari. Rekahan jalan itu baru terlihat saat musim kemarau panjang pada tahun ini.

"Sebelumnya kondisi jalan ini baik-baik saja namun setelah musim kemarau ini kontur tanah yang bergerak mengakibatkan rekahan pada ruas jalan semakin melebar. Ban kendaraan roda dua mungkin masuk," ujarnya.

Ia menambahkan saat ini ia belum menerima laporan terjadinya kecelakaan yang diakibatkan merekahnya jalan itu. Ia telah berkoordinasi dengan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Wonogiri untuk segera mengatasi rekahan jalan tersebut.

Kepala Bidang Bina Marga DPU Wonogiri, Prihadi Ariyanto, mengatakan segera memperbaiki jalan yang merekah itu. "Karateristik tanah hitam memang seperti itu kalau musim kemarau membuat tanah bergerak. Saat ini perbaikan baru di Desa Pule," ujarnya.

Ia segera melakukan perbaikan dengan pengaspalan pada rekahan jalan. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri, Ismiyanto, mengatakan segera berkoordinasi dengan DPU Wonogiri agar segera mendapat penangangan. 

Hal itu agar ruas jalan yang merekah segera mendapat penanganan agar tidak membahayakan bagi pengguna jalan.