Lagi, Aktivitas Alat Berat Proyek KA Bandara Solo Diprotes Warga

Warga memasang spanduk penolakan ekskavator di lokasi pembangunan jalur rel KA bandara, Kadipiro, Banjarsari, Solo, Selasa (6/11 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
06 November 2018 12:15 WIB Suharsih/Nicolous Irawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Aktivitas ekskavator atau alat berat di lokasi proyek pembangunan jalur rel kereta api (KA) akses Bandara Adi Soemarmo-Stasiun Solo Balapan kembali diprotes warga.

Kali ini, warga Kampung Bayan RT 001/RW 007 yang mengadakan aksi demo dan memasang spanduk penolakan di bodi ekskavator di kampung mereka, Selasa (6/11/2018).

Sebelumnya pada April 2018 lalu, warga Kampung Lemah Abang RT 001/RW 027 Kadipiro, Banjarsari, juga menolak dan menghentikan operasional alat berat di wilayah mereka. Alasannya, tidak ada kesepakatan maupun jaminan dari pelaksana proyek bahwa aktivitas alat berat itu tidak akan mengganggu warga.

Pantauan reporter foto Solopos, Nicolous Irawan, di lokasi, Selasa, warga Kampung Bayan memasang spanduk penolakan di eskavator yang beroperasi di wilayah mereka. Spanduk itu antara lain bertuliskan "Hentikan Proyek! Warga Banyak yang Dirugikan", "Raono Kesepakatan Yo Minggato [Tak Ada Kesepakatan, Pergilah]", dan lain-lain.

Aksi pemasangan spanduk tersebut sebagai ungkapan penolakan warga terhadap proyek yang mengakibatkan debu dan kerusakan lingkungan sekitar.

Sebenarnya sudah dijadwalkan pertemuan antara warga RT 001/RW 007 dengan pelaksana proyek pada Jumat (9/11/2018) mengenai dampak proyek itu. Pertemuan itu rencananya digelar di Kantor Kelurahan Kadipiro.

Hal itu sudah disampaikan kepada warga. Namun, warga tak sabar menunggu hingga Jumat dan akhirnya mengadakan aksi pada Selasa pagi.

Alasan warga meminta aktivitas alat berat itu dihentikan sama dengan warga Lemah Abang, yakni debu dan suara yang mengganggu aktivitas warga. Warga sudah mengeluhkan hal itu sejak sekitar sebulan lalu namun tak ada respons dari pelaksana proyek.