Pemkot Solo Tawarkan 4 Potensi Ini Kepada Investor

Truk terparkir di Pusat Pergudangan Kota (PPK) Pedaringan, Jebres, Solo, Senin (6/2 - 2017). (Solopos/Nicolous Irawan)
06 November 2018 21:15 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berharap promosi potensi pembangunan yang saat ini dilakukan bisa segera menarik investor. Pemkot mengandalkan empat potensi untuk mendongkrak investasi.

Seperti diketahui belum lama ini melalui kegiatan Solo Investment Forum (SIF), Solo menawarkan beberapa potensi kepada investor.  Berikut empat potensi investasi yang ditawarkan Pemkot sebagaimana ditampilkan di website investasi.surakarta.go.id. 

1. Tower Solo Techno Park

Tower STP direncanakan memiliki 21 lantai ditambah satu lantai basement. Berdiri di lahan seluas 28.360 meter persegi dan meliputi convention hall, ballroom, kantor sewa (dua lantai), Information Communication Technology (ICT), meeting room, hotel (13 lantai), sport center, swimming pool, menara pandang, shopping arcade, restoran, dan publik space. 

Biaya investasi ditawarkan senilai Rp708.223.700.376,08. Bentuk investasi yang ditawarkan berupa kerja sama Build Operate Transfer (BOT) selama 30 tahun. Kota Solo sebagai daerah tujuan wisata di Jawa Tengah dinilai berpotensi sebagai kota penyelenggara Meeting Incentive Conference Exhibition (MICE). Hal itulah yang melatarbelakangi rencana pembangunan tower tersebut. 

2. Pasar Jongke, Laweyan

Pasar Jongke merupakan pasar tradisional kategori 1B yang terletak di wilayah barat Kota Solo. Pasar Jongke terbagi menjadi dua bagian yaitu bagian barat dan bagian timur. 

Bagian barat merupakan perkiosan dan pasar tradisional yang di dalamnya sebagai pusat kegiatan jual beli kebutuhan sehari-hari. Sedangkan bagian timur menjadi pusat jual beli sepeda bekas dan sepeda antik. 

Biaya investasi ditawarkan senilai Rp152.020.320.000. Bentuknya kerja sama BOT selama 25 tahun. 

3. Pergudangan dan Area Usaha Pedaringan Jebres

Disebutkan dalam website tersebut, Solo merupakan kota dengan banyak event berskala nasional maupun internasional. Sementara saat ini belum ada exhibition hall berskala nasional dan internasional di Jawa Tengah.

Untuk itu peluang investasi pembangunan exhibition hall pun dibuka  dengan lokasi di area Perusahaan Umum Daerah Pergudangan dan Aneka Usaha Pedaringan, di Jebres. Fasilitas tersebut akan dilengkapi meeting room, shopping area, dan office area. 

Luas convention-exhibition hall mencapai 6.300 meter persegi dengan daya tampung hingga 12.000 orang dilengkapi dengan 14 tenant untuk food court dan 28 unit office dan mini store. Terdapat pula dua meeting room dan supporting room serta guest house. Estimasi biaya pembangunan exhibition center senilai Rp84.824.000.000.

4. Revitalisasi Penerangan Jalan Umum (PJU)

Disampaikan juga mengenai peluang investasi revitalisasi PJU. Kondisi PJU di Kota Solo saat ini sebagian besar masih belum memenuhi standar layanan yang optimal. Permasalahan PJU di antaranya layanan PJU sebagian besar belum standar sesuai dengan SNI. 

Mayoritas PJU masih menggunakan lampu pelepas gas yang tidak hemat energi. Mayoritas PJU masih berstatus abonemen. Jumlah PJU yang sudah dimeterisasi masih sedikit. Tagihan PJU Rp3.575.536.590. Sekitar 84% tagihan PJU abonemen, 16% tagihan PJU yang sudah dimeterisasi. 

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Solo, Toto Amanto, mengatakan saat ini terus berupaya menawarkan potensi investasi tersebut kepada investor. Misalnya melalui kegiatan SIF yang digelar pada 18-21 Oktober lalu di Solo Paragon Mall. 

"Ada sembilan investor yang terlibat. Kemarin juga sudah dilakukan famtrip dan diskusi dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait. Mudah-mudahan akan ada tindak lanjutnya dari investor dan OPD terkait," kata dia, belum lama ini. 

Dia mengatakan kegiatan SIF belum secara langsung mendapatkan investor atas potensi yang ditawarkan. Namun setidaknya Pemkot telah memberikan informasi mengenai potensi yang ada. Ada kemungkinan saat ini para investor masih menelaah informasi yang diberikan Pemkot dan melakukan pembahasan internal sebelum memutuskan menanamkan modal. 

Dia berharap keempat potensi investasi itu segera diambil oleh investor sehingga rencana pembangunan tersebut bisa terlaksana.

Sebelumnya, Ketua Panitia SIF, Daryono, mengatakan ada beberapa investor yang datang dari berbagai daerah. Dia berharap ada hasil positif dari kegiatan itu.