Smartphone Curian dari Singosaren Plaza Solo Terdeteksi Ada di Luar Kota

Konter HP di Singosaren Plaza sudah buka seperti biasa sehari setelah pencurian, Selasa (23/10 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
06 November 2018 16:55 WIB Ivan Andimuhtarom Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Smartphone-smartphone yang digondol maling dari delapan kios di Pasar Singosaren, Jl. Gatot Subroto Solo, beberapa waktu lalu kini terdeteksi telah berada di luar Kota Solo. Kasus pencurian yang sebelumnya ditangani Polsek Serengan itu diambil alih Satreskrim Polresta Solo.

Kasatreskrim Polresta Solo Kompol Fadli, mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, membenarkan kasus pencurian smartphone di Pasar Singosaren atau SIngosaren Plaza Solo itu telah diambil alih Satreskrim Polresta Solo. 

"Kami masih melakukan penyelidikan," ujarnya kepada solopos.com, Selasa (6/11/2018). Saat ditanya kebenaran informasi smartphone telah sampai di Jakarta, ia mengatakan hasil sementara penyelidikan belum bisa dipublikasikan.

Hal itu, ungkap dia, sangat terkait dengan kinerja penyidik Polresta Solo yang bertugas menangani kasus tersebut.

"Kami ingin kerja penyidik tidak terganggu. Untuk sementara, perkembangannya belum bisa kami publikasikan," terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Serengan, Kompol Giyono, menjelaskan kasus pencurian di Pasar Singosaren telah diambil alih Polresta Solo sejak
sekitar sepekan lalu. Ia menjelaskan barang bukti kejahatan berupa smartphone diketahui telah berada di luar kota.

Namun dia tak menjelaskan di mana kota yang dimaksud tersebut. "Pengambilalihan kasus tersebut mempertimbangkan lokasi barang bukti yang berada di luar kota dan jauh dari Solo. Penyidik di sini kan terbatas, hanya dua orang. Kalau nanti keluar kota jauh, penyidiknya
polres kan banyak," ujarnya saat ditemui wartawan di Mapolsek Serengan, Selasa pagi.

Perkembangan terakhir saat kasus masih ditangani Polsek Serengan, terdapat delapan kios yang menjadi korban pencurian. Informasi
sebelumnya menyebut terdapat 11 kios yang dibobol maling.

Namun, ia tak hafal kerugian total maupun kerugian di masing-masing kios karena jumlahnya berbeda-beda.