Sidang Laka Timur Mapolresta Solo, Ayah Korban: Demi Allah, Saya Tak Dendam

Terdakwa kasus laka timur Mapolresta Surakarta, Iwan Adranacus, dipeluk Suharto (pakai peci), ayah korban Eko Prasetyo, di ruang sidang PN Solo, Selasa (6/11 - 2018). (Solopos/Ivan Andimuhtarom)
06 November 2018 19:15 WIB Ivan Andimuhtarom Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sidang belum dimulai namun suasana ruang sidang di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Selasa (6/11/2018) pagi itu sudah ramai.

Seorang pria berbaju putih dan rompi oranye baru saja masuk. Dia adalah Iwan Adranacus, 40, terdakwa kasus kecelakaan lalu lintas di timur Mapolresta Surakarta yang menewaskan Eko Prasetyo, warga Jl. Mliwis RT 002/RW 007, Manahan, Banjarsari, 22 Agustus lalu.

Saat di dalam ruangan, Iwan dipeluk seorang pria berbaju hijau dan mengenakan peci. Pria berusia lanjut itu adalah Suharto, ayah Eko Prasetyo.

"Demi Allah, saya tidak dendam," kata Suharto sebelum dia dipisahkan dari Iwan dan dibawa menjauh karena sidang segera dimulai.

Sidang perdana Iwan Adranacus itu dipimpin Hakim Ketua Krosbin Lumbangaul. Dalam sidang itu, Hakim Krosbin didampingi dua hakim anggota, Sri Widiastuti dan Endang Makmun..

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) adalah Satriawan Sulaksono, Titek Maryani, dan R.R. Rahayu. Iwan Andranacus didampingi empat kuasa hukum yaitu Joko Haryadi, Alay Samosir, Ari Setiawan, dan Alqaf Hudaya.

Iwan Andranacus dapat dijerat dengan Pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan, Pasal 311 ayat (5) UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Jika terbukti bersalah, Iwan bisa dikenai Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman selama-lamanya tujuh tahun penjara.

Kuasa hukum Iwan Andranacus, Joko Haryadi, mengatakan tidak menyampaikan eksepsi dalam agenda pembacaan dakwaan. Menurutnya agenda dakwaan perlu pembuktian.

Terdakwa tidak akan memperpanjang kasus untuk konfrontasi dalam hal yuridis formal. "Akan tetapi dalam hal pembuktian lah yang nanti bisa mempertimbangkan apakah memang benar pasal-pasal yang dituduhkan itu sesuai fakta di persidangan dan fakta di lapangan,” kata Joko Haryadi saat ditemui wartawan seusai sidang.

Ia menggarisbawahi Iwan dan keluarganya memiliki prioritas untuk memberikan jaminan masa depan bagi keluarga Eko Prasetyo. Iwan dan keluarganya mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban. Menurutnya, keluarga korban sudah memaafkan kejadian yang menimpa Eko Prasetyo.