Klinik Aisyiyah Sragen Segera Tambah 20 Ranjang

Seorang warga Sragen keluar dari Klinik Sukarela Aisyiyah Lazismu Sragen, Senin (5/11 - 2018) sore. (Solopos/Kurniawan)
06 November 2018 10:10 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN – Kapasitas layanan rawat inap di Klinik Sukarela Aisyiyah Lazismu Sragen yang terletak di Jl Raya Sukowati depan Rumdin Bupati Sragen akan ditambah. Selama ini hanya ada enam ranjang rawat inap di klinik itu.

Penjelasan itu disampaikan Ketua Badan Pengurus Lazismu Sragen, Ikhwanushoffa, saat diwawancara Solopos.com, Sabtu (3/11/2018). Menurutnya, rencana penambahan ranjang rawat inap untuk mengoptimalkan pelayanan kepada kaum dhuafa.

Ikhwanushoffa menjelaskan selama ini gedung rawat inap Klinik Aisyiyah terletak di depan Masjid Besar Kauman Sragen, atau terpisah dari klinik induknya. Gedung itu disewa dari pihak ketiga. Lantaran letaknya yang terpisah dari klinik induk, membuat banyak warga Sragen tidak tahu bahwa Klinik Aisyiyah Lazismu punya layanan rawat inap.

"Kami sedang coba beli lahan yang letaknya bergandengan dengan klinik induk. Luas lahannya 412 meter persegi. Nantinya bisa dibuat untuk 20 ranjang rawat inap. Tapi untuk jangka pendek ini kami operasikan gedung baru ini dengan enam ranjang dulu. Kebetulan lahan yang akan kami beli ini sudah ada bangunannya," ujar dia.

Ikhwanushoffa menjelaskan pihaknya sudah bersepakat dengan pemilih tanah ihwal harga Rp2,4 miliar. Pihak Lazismu sudah memberikan tanda jadi pembelian tanah sebesar Rp15 juta. Dalam waktu tiga bulan ke depan sudah harus ada pembayaran secara lunas. "Dana yang kami miliki masih ada kekurangan Rp500 juta dari harga yang sudah disepakati Rp2,4 miliar. Semoga dalam tiga bulan ke depan dana yang kami butuhkan bisa terkumpul," kata dia. 

Ikhwanushoffa mengatakan pihaknya berkomitmen mengembangkan klinik walau secara ekonomi kurang menguntungkan karena pertimbangan layanan sukarelanya. Dengan adanya klinik tersebut masyarakat Sragen dari berbaga lapisan bisa mengakses layanan kesehatan yang memadai. Selama bisa menunjukkan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan, yang bersangkutan bisa mendapat layanan kesehatan.

Layanan kesehatan yang bisa didapat dari klinik yaitu semua yang bisa dilakukan dokter umum. Tak hanya pemeriksaan gratis, pasien juga akan mendapatkan obat gratis. "Tidak dipungut biaya. Sifatnya hanya mengisi kotak infak. Tapi itu pun tidak harus. Kalau tidak mengisi pun tidak apa-apa karena sifat layanan kami suka rela. Pasien yang datang ke klinik angsung dapat kartu sukarela," urai dia.