Disdik Klaten Percepat Pencairan Dana PIP

Suasana acara percepatan pencairan dana Program Indonesia Pintar di Kecamatan Jogonalan, Klaten, Rabu (24/10 - 2018). (Istimewa/Sri Winarni)
06 November 2018 12:30 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN — Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten menggelar percepatan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP), 24 Oktober hingga 8 November. Kegiatan itu ditandai dengan pendistribusian kartu ATM PIP kepada siswa penerima bantuan di 26 kecamatan.

Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Klaten, Sri Winarni, mengatakan pendistribusian ATM dipercepat karena bantuan dari pemerintah dikirim ke dalam buku simpanan pelajar. Tahun lalu, Disdik Klaten mendistribusikan setidaknya 59.000 ATM kepada penerima bantuan PIP.

“Tahun lalu Klaten mendapat peringkat satu untuk progres pencairan bantuan PIP di seluruh Indonesia. Ini harus dipertahankan dan ditingkatkan salah satunya dengan percepatan pencairan dana,” kata dia, saat ditemui Solopos.com, di sela-sela acara di Koperasi Seribu Satu, Kecamatan Jogonalan, Rabu (24/10/2018).

Ia menjelaskan pada hari pertama, Disdik mendistribusikan ATM di tiga kecamatan meliputi Prambanan sebanyak 1.500 siswa, Jogonalan sebanyak 2.017 siswa, dan Karangnongko sebanyak 1.017 siswa. Proses pendistribusian itu dilakukan melalui koordinasi antara BRI, Disdik, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), koordinator wilayah, dan operator PIP di tiap sekolah.

“Setelah percepatan ini selesai dipastikan seluruh siswa di Klaten mendapatkan ATM. Selama ini mereka belum menerima [ATM] karena belum ada SK,” terang Winarni.

Winarni menerangkan bantuan PIP merupakan bantuan khusus dari pemeirntah pusat agar peserta didik jangan putus sekolah hingga jenjang SMA/sederajat. Di jenjang sekolah dasar, bantuan PIP diberikan senilai Rp450.000 per siswa per tahun.

“Kami sampaikan kepada anak-anak supaya tahun program PIP untuk biaya sekolah seperti beli peralatan dan lainnya. Bantuan tidak boleh diberikan kepada orang tua untuk membeli beras,” beber Winarni.

Pantauan Solopos.com, pada hari kedua percepatan pencairan bantuan PIP, Kamis (25/10/2018), masing-masing di Kecamatan Trucuk sebanyak 1.949 siswa dan Kecamatan Karangdowo sebanyak 1.300 siswa. Percepatan distribusi ATM terus digelar Disdik Klaten hingga 8 November mendatang.

“Hari ini [Kamis] ada pencairan di Kecamatan Trucuk kepada 1.949 siswa dan di Karangdwo sebanyak 1.300 siswa,” kata Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Klaten, Sri Winarni.

Salah orang tua siswa penerima bantuan PIP, Palupi, 39, mengaku senang dengan dipercepatnya pencairan bantuan PIP. Bantuan itu dinilai sangat membantu meringankan beban kebutuhan anaknya bersekolah. “Saya bersyukur bantuan bisa segera dicairkan. Bantuan itu angat membantu untuk memenuhi kebutuhan anak beli sepatu, tas, dan buku tulis,” kata dia.

Ia menjelaskan bantuan PIP selama ini diterima utuh sebesar Rp450.000 per tahun. Bantuan itu masuk ke rekening tabungan anaknya dan bisa diambil di bank terdekat. “Kalau sebelumnya sempat didampingi guru saat pengambilan uang. Sekarang biasa diambil sendiri kalau anak butuh untuk keperluan sekolah,” beber dia.