Permintaan Penerbangan Umrah di Solo Membeludak

Ilustrasi umrah (Setkab.go.id)
07 November 2018 09:15 WIB Farida Trisnaningtyas/Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Permintaan penerbangan umrah di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo Boyolali membeludak. Dalam sepekan ada lima penerbangan baik ke Jeddah maupun Madinah.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Abdullah Usman, berkomitmen memberikan yang terbaik untuk melayani penerbangan khusus jamaah umrah. Hal ini menyusul kian membeludaknya peminat ibadah umrah yang berangkat dari bandara ini. 

Usman mengatakan rute umrah dari Bandara Adi Soemarmo dilayani dua maskapai, yakni Garuda Indonesia dan Lion Air. Menurutnya, nilai plus dari bandara ini soal penerbangan umrah adalah penyambutannya. 

Petugas bandara siap menyambut hingga mengantarkan mereka masuk pesawat. Ini dimulai saat jamaah tiba di bandara hingga mereka masuk ke pesawat terbang maskapai terkait. 

“Saya buat senyaman mungkin. Kami sambut di lobi bandara. Saya perhatikan misalnya di Cengkareng [Bandara Soekarno Hatta] tidak ada yang mengantar. Ketua rombongan tidak boleh masuk dan sebagainya. Di sini kami sambut dan antarkan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (6/11/2018). 

Menurutnya, ketiadaan penyambutan maupun pengarahan ini tentu bakal membingungkan jamaah. Hal ini khususnya bagi mereka yang belum pernah melakukan umrah, bepergian jauh, atau bahkan belum pernah naik pesawat terbang.

Di sisi lain, penambahan penerbangan untuk umrah terkendala izin yang cukup susah. Maka dari itu, maskapai terkait memilih menggunakan penerbangan tambahan atau extra flight untuk mengakomodasi membeludaknya jemaah umrah tersebut. 

Bahkan, beberapa kali maskapai terkait sampai harus menerbangkan jemaah melalui Bandara Soekarno Hatta. Sebelumnya, Garuda Indonesia menyiapkan penerbangan ekstra untuk melayani jamaah umrah Solo di triwulan terakhir tahun ini. 

Ke depannya Garuda Indonesia bakal ada delapan penerbangan untuk tujuan umrah. General Manager Garuda Indonesia Branch Office Solo, Hendrawan, menambahkan penyiapan pesawat untuk penerbangan tambahan ini dilakukan ketika ada lonjakan permintaan.

"Potensi Solo untuk pasar umrah memang luar biasa. Setelah musim haji, jamaah umrah mulai diberangkatkan pada Oktober. Sampai akhir tahun permintaan cukup tinggi. Rencana, kami ada delapan extra flight," katanya. 

Saat ini Garuda Indonesia melayani tiga kali penerbangan Solo-Jeddah dalam sepekan. Jadwalnya Selasa, Kamis, dan Sabtu. Nantinya pada Januari 2019 maskapai tersebut direncanakan mulai melayani penerbangan Solo-Madinah. 

Sementara Lion Air melayani dua kali penerbangan langsung dari Solo ke Madinah, yakni Sabtu dan Minggu. Dalam pengoperasiannya, Lion Air menggunakan armada Airbus A330-300 dengan kapasitas 437 tempat duduk kelas ekonomi. 

“Dengan dibukanya penerbangan umrah dari Bandara Internasional Adi Soemarmo kembali menambah pilihan bagi para jamaah untuk dapat menjalankan ibadah ke Tanah Suci dengan efisiensi waktu. Hal ini tentunya akan memberi kemudahan dan kenyamanan  lebih bagi para jamaah,” jelas Area Manajer Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)-Jawa Tengah (Jateng) Lion Air Group, Widi Wiyanti. 

Berikut jadwal penerbangan umrah di Bandara Adi Soemarmo:

Garuda Indonesia

Rute: Solo-Jeddah (via Banda Aceh)

- Selasa pukul 09.10 WIB-18.40 WIB

- Kamis pukul 09.10 WIB-18.40 WIB

- Sabtu pukul 09.10 WIB-18.40 WIB

Lion Air

Rute: Solo-Madinah (langsung)

- Sabtu pukul 08.34 WIB-14.59 WIB

- Minggu pukul 12.43 WIB-19.08 WIB

Sumber: wawancara (rid)