Plasa Klaten Dinilai Tak Layak Jadi Hotel dan Mal

Plasa Klaten di tepi Jl. Pemuda Klaten. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
07 November 2018 06:00 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Wacana menjadikan Plasa Klaten sebagai pusat perbelanjaan dilengkapi hotel dan mal batal. Konstruksi bangunan plasa yang berada di Jl. Pemuda Klaten dinilai tak layak untuk pengembangan tersebut.

Wacana pengembangan Plasa Klaten menjadi hotel dan mal muncul seiring habisnya masa kontrak hak guna bangunan (HGB) habis pada April 2018. Sementara, penilaian konstruksi plasa tak layak untuk hotel dan mal berdasarkan kajian.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi (Disdagkop) dan UKM Klaten, Bambang Sigit Sinugroho, mengatakan kajian bersifat sementara. Untuk mengkaji kelayakan bangunan plasa, pemkab menggandeng pihak ketiga dalam hal ini UGM.

Kajian dilakukan guna mengukur kelayakan bangunan berlantai empat tersebut. Plasa Klaten menjadi salah satu bangunan yang diguncang gempa besar pada 2006 lalu. Setelah guncangan gempa tersebut, pemkab pernah melakukan kajian.

“Dulu pernah dikaji dan bangunannya masih layak. Ini dikaji lagi untuk melihat sejauh mana kondisi bangunan,” kata Bambang saat berbincang dengan solopos.com, Selasa (6/11/2018).

Bambang menuturkan berdasrkan hasil kajian sementara jika ingin dijadikan hotel dan mal, bangunan Plasa Klaten harus dirobohkan secara total.

“Kalau untuk hotel dan mall harus dibongkar total dan dibangun baru. Kalau untuk mal masih bisa. Untuk sementara ya seperti ini dulu [pusat perbelanjaan]. Soal nanti investor yang masuk siapa dan pengembangannya seperti apa itu belum,” ungkapnya.

Ditemui beberapa waktu lalu, Bupati Klaten, Sri Mulyani, juga mengatakan bangunan Plasa Klaten tak layak untuk dijadikan hotel dan mal.

“Dari kajian UGM kalau dikembangkan menjadi hotel dan mal tidak berani karena memang struktur bangunannya tidak kuat. Kalau untuk mal saja masih kuat. Kalau dijadikan mal dan hotel harus dirobohkan semua dan dibangun baru. Sementara, mencari investor yang mau itu kan pertimbangannya butuh modal besar. Akhirnya kami berpikir ulang dan konsultasi dengan tim ahli baiknya seperti apa agar Klaten berkembang,” urai dia.

Mulyani menjelaskan sudah mencoba bekerja sama dengan beberapa pihak untuk pengembangan hotel di Klaten. Salah satunya menggandeng BUMN. Ia mengatakan sudah ada pembicaraan awal dengan salah satu BUMN soal pengembangan hotel di Klaten. Kantor perwakilan PTPN X di tepi Jl. Pemuda seberang rumah dinas bupati dilirik untuk diwacanakan menjadi hotel.

“Tidak harus hotel bintang lima, hotel bintang tiga saja cukup. Klaten tidak bisa berkembang kalau tidak ada hotel yang bagus. Apalagi letak Klaten ini di tengah antara Solo dan Jogja. Para investor tentu berpikir ulang untuk menaruh dana besar. Makanya kami mencoba menggandeng BUMN atau Kementerian Pariwisata,” katanya.