Hari Santri, Ansor-Banser Gandeng Indaco Ngecat 5 Masjid Karanganyar

Sejumlah warga bersama Ansor-Banser mengecat masjid di Desa Gerdu, Karangpandan dan Mojogedang, Karanganyar, Minggu (4/11 - 2018). (Solopos/Sri Sumi Handayani)
07 November 2018 10:15 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Karanganyar mengecat lima masjid di lima kecamatan wilayah Karanganyar.

Kegiatan tersebut bagian dari bakti sosial memperingati Hari Santri Nasional dan Sumpah Pemuda. Bakti sosial menggandeng salah satu perusahaan cat lokal di Karanganyar, PT Indaco Warna Dunia.

Lima masjid yang dicat adalah Masjid Mamba'ul Ulum di Dusun Gambarwi, RT 001/RW 006, Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang, Masjid Al Huda di Dusun Punukan Tengah RT 004/RW 015 Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih, Masjid Al Hidayah di Dusun Jengglong, Desa Waru, Kecamatan Kebakkramat.

Selain itu Masjid Al Ikhlas di Dusun Wates RT 001/RW 002, Desa Plosorejo, Kecamatan Kerjo, dan Masjid Walidun Hasan Rasyid di Dusun Banjarsari RT 001/RW 004 Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan.

Pantauan Solopos.com di Masjid Walidun Hasan Rasyid di Dusun Banjarsari RT 001/RW 004 Desa Gerdu, Kecamatan Karangpandan, Minggu (4/11/2018), sejumlah warga dan anggota Banser mengecat dinding, tiang, dan hiasan dinding pada masjid.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, masjid tersebut digunakan warga satu RW atau tiga RT di Dusun Banjarsari. Warga membangun masjid secara swadaya. Kegiatan perawatan masjid rutin dilaksanakan.

Ketua Cabang GP Ansor Kabupaten Karanganyar, Suwanto, menuturkan bakti sosial mengecat masjid di beberapa lokasi di Karanganyar. PT Indaco Warna Dunia menyediakan cat sedangkan Banser dan warga sekitar yang mengecat.

Misi utama yang dibawa adalah mempercantik masjid agar semakin memakmurkan masjid. Sasaran masjid yang dicat ditentukan berdasarkan hasil survei.

"Masjid yang tampilan catnya sudah kusam dan perlu pembaruan kami survei ke kecamatan yang memang kami lihat butuh pengecatan lalu kami komunikasi dengan takmir. Pengerjaan serentak," kata Suwanto saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu.

Dia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan semangat dan kenyamanan warga beribadah. Selain itu, GP Ansor dan Banser lebih bermanfaat bagi masyarakat lewat kegiatan kecil.

"Semoga manfaatnya bisa lebih dirasakan masyarakat. Program sosial untuk lebih menghidupkan masjid ini bisa menjadi contoh yang lain untuk ikut dan lebih semangat merawat masjid," tutur dia.

Sementara itu, Takmir Masjid Walidun Hasan Rasyid, Ariyoyok, mengapresiasi peran GP Ansor, Banse, dan PT Indaco Warna Dunia membantu merawat masjid di kampungnya. Warga sekitar rutin memanfaatkan masjid untuk kegiatan selain salat lima waktu, pengajian ibu-ibu, dan lain-lain.

Yoyok, sapaan akrabnya, menyampaikan ini kali ketiga dinding masjid dicat kembali. "Biasanya swadaya warga. Kali pertama ini mendapat bantuan. Masjid ini dibangun dan dimakmurkan warga. Harapan kami setelah pengecatan warga tambah semangat beribadah, anak-anak dan remaja semangat TPA dan TPQ. Selain cat sebetulnya membutuhkan perbaikan kamar mandi. Tapi nanti swadaya. Di sini masih mudah menggerakkan warga," tutur dia.