Mau Kuliah Takut Soal Biaya? Kuliah Saja di UT Surakata!

Universitas Terbuka Surakarta. (Solopos.com/Chelin Indra Sushmita)
08 November 2018 07:00 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Banyak yang menyebut kuliah itu mahal, kuliah itu menghabiskan banyak uang. Mulai dari biaya pendidikan hingga biaya hidup agar bisa tinggal di dekat kampus, atau biaya transportasi, menjadi kendala banyak orang untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Namun di tengah keluhan itu, Universitas Terbuka (UT) Surakarta memberikan solusi terbaik. UT Surakarta, yang memiliki slogan Making Higher Education Open to All atau Membuat Pendidikan Tinggi Terbuka untuk Semua, membuka peluang bagi siapa saja untuk berkuliah tanpa pusing memikirkan biayanya.

Direktur UT Surakarta, Yulia Budiwati, menjelaskan ada dua program layanan, yaitu program reguler dan Sistem Paket Semester (SIPAS). Mahasiswa yang mengambil program reguler membayar SPP sebesar 30 ribu – 50 ribu per SKS per semester. Terserah mahasiswa mau ambil berapa SKS per semesternya sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing. Mahasiswa reguler ini berkuliah secara online dengan bahan ajar digital.

“Contohnya sesmester ini saya longgar, saya mengambil 24 sks, semester berikutnya saya sibuk, saya mengambil enam sks, itu boleh. Kalau program reguler, mau lulus kapan pun terserah mahasiswanya. Saya merencanakan kuliah selesai 10 semester misalnya, engak ada batasan,” tandas sang direktur UT Surakata.

Sementara SIPAS ada tiga jenis, yaitu SIPAS Non Tutorial Tatap Muka (Sipas Non TTM), SIPAS Semi, dan SIPAS Penuh. Untuk Sipas Non TTM jenjang sarjana, mahasiswa hanya perlu membayar uang kuliah sebesar Rp1,35 juta per semester.

Di paket tersebut, mahasiswa mendapatkan seluruh perkuliahan secara online serta bahan ajar digital dan cetak. Sementara itu, untuk SIPAS Semi, mahasiswa hanya perlu membayar uang kuliah senilai Rp1,75 juta. Dengan uang kuliah tersebut, mahasiswa di UT Surakarta mendapatkan bahan ajar digital dan cetak serta memperoleh tutorial online dan tutorial tatap muka sekitar dua mata kuliah.

“Biasanya satu semester itu ada sekitar lima sampai tujuh mata kuliah dan dua di antaranya merupakan perkuliahan tatap muka dengan pengajar,” jelas direktur UT Surakarta tersebut.

Sedangkan untuk SIPAS Penuh, mahasiswa hanya diwajibkan membayar uang kuliah sekitar Rp2,3 juta per semester. Dengan uang tersebut, mahasiswa bisa mendapatkan bahan ajar digital dan cetak serta tutorial online dan tutorial tatap muka untuk semua mata kuliah yang diambil.

“Untuk yang ada tatap mukanya itu dengan syarat minimal 30 mahasiswa,” ungkap Yulia Budiwati.

Dengan ringannya biaya pendidikan serta mudah dan fleksibelnya sistem perkuliahan, UT Surakata menjadi solusi di tengah sulitnya mendapatkan pendidikan tinggi.

Bukan hanya itu, UT Surakarta juga memudahkan mahasiswa dalam berkuliah dan tak membuat mahasiswa semakin repot. Meski bisa dibilang murahm, namun pendidikan di UT Surakarta sangat berkualitas dan tak murahan.