Inilah Pemenang Kampung Antihoaks

Peraih Juara I, II dan II Lomba Indaco Kampung Antihoax berfoto bersama National Business Manager PT Indaco Warna Dunia, Suharto Tjandra Kusuma, pada Festival Ayo Membaca di The Park Mall, Rabu (7/11 - 2018). (Solopos/Shoqib A)
08 November 2018 06:40 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO --  Di tengah dunia tanpa batas, Harian Umum Solopos diharapkan mampu mengedukasi masyarakat dan menggelorakan spirit literasi. Media membutuhkan inovasi agar tetap terpercaya di tengah gempuran media sosial dan internet yang kevalidannya belum teruji.

Demikian pesan yang disampaikan Wakil Bupati Sukoharjo, Purwadi, saat membacakan sambutan Bupati Wardoyo Wijaya, di Malam Penganugerahan Indaco Kampung Antihoaks, di Atrium The Park Mall Solo Baru, Rabu (7/11/2018).

Sementara, Kepala KP BI Solo, Bandoe Widiarto, mengaku prihatin dengan minimnya literasi masyarakat yang masih awam mengenai fungsi bank sentral. Sebagian masih menanyakan tentang jasa menabung ataupun deposito di BI.

“Saya berharap Solopos hadir untuk itu, mengedukasi masyarakat tentang peran penting Bank Indonesia. Mulai dari siswa sekolah sampai siapapun yang berniat belajar. Kami berharap kerja sama ini akan terus berlanjut di tahun-tahun yang akan datang,” ucapnya.

Kepala Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah III Solo, Jasman Indradno, menyampakai dari populasi Indonesia yang mencapai 262 juta orang, 143 juta orang di antaranya adalah pengguna internet. Sayangnya, belum diketahui apakah pengguna internet itu memanfaatkannya untuk kegiatan positif, atau sebaliknya.

“Hal utama yang harus dilakukan setiap orang adalah bagaimana membuat penggunaan internet itu berimbang. Ada dunia tanpa tapal batas  di sana. Siapapun bisa mengakses berita apapun. Kondisi ini yang harus diimbangi untuk kepentingan literasi. Bagaimana agar anak-anak menyukai literasi, kita bisa berinovasi lewat e-library,” kata Jasman.

Ia menyebut siswa sekolah merupakan pengguna internet paling rawan. Mereka bisa terjerumus ke dunia maya yang bersifat negatif. Media berperan menghindarkan itu dengan literasi, menyampaikan ciri hoaks, berita bohong, provokasi, ujaran kebencian, penistaan, dan sebagainya.

Acara yang diawali dengan Festival Ayo Membaca (FAM) 2018 itu digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun Solopos ke-21. Rangkaian acara selama 12 jam nonsetop tersebut diisi berbagai lomba dengan total hadiah Rp59 juta rupiah yang didukung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Yamaha, Indaco, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), The Park Mall, Smartfren, Jack Star, dan Coca Cola.

Di akhir acara, Indaco memberikan penghargaan bagi kampung terinteraktif kepada Kampung Ngaliyan RT 007/RW 002, Pelem, Simo, Boyolali dan Kampung Manggisan RT 003/RW 009, Kartasura, Sukoharjo. Indaco Choice II adalah Kampung Dadagan RT 001/RW 001 Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar.

Indaco Choice I adalah Ngaliyan RT 007/RW 002 Pelem, Simo, Boyolali. Untuk Kampung Terfavorit dan Juara III diraih oleh Kampung Gatak RT 002/RW 005, Madegondo, Grogol, Sukoharjo, Juara II diraih Dusun Bangorejo RT 002/RW 010 Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo dan Juara I dimenangkan oleh Kampung Joho RT 007/RW 010 Manahan, Banjarsari, Solo. 

Commercial Manager PT Indaco Warna Dunia, Dwi Susetyo, berharap acara serupa dapat berlangsung di tahun-tahun yang akan datang. “Kami sangat mendukung acara ini. Literasi di era digital merupakan hal yang penting dan kami ikut concern,” kata dia. Acara juga dihadiri National Business Manager PT Indaco Warna Dunia, Suharto, Tjandra Kusuma, yang turut menyerahkan hadiah bagi pemenang lomba.