Solopos Hari Ini: Pasar Legi Dikonsep Hanggar

Harian Umum Solopos edisi Kamis (8/11 - 2018).
08 November 2018 10:00 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Pasar Legi akan dibangun dalam bentuk hanggar dengan satu lantai. Dana untuk pembangunan itu sekitar Rp200 miliar. Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan konsep pembangunan Pasar Legi setelah terbakar akan dimatangkan pemkot dalam penyusunan detail engineering design (DED) atau bestek.

"Yang jelas bangunannya kami buat seperti hanggar. Dan ini bakal menjadi pasar dengan model hanggar pertama di Jawa Tengah," katanya ketika berbincang dengan wartawan di Balai Kota Solo, Rabu (7/11/2018).

Kabar terbaru tentang konsep Pasar Legi Solo yang akan dibangun setelah kebakaran itu merupakan headline pada Harian Umum Solopos edisi hari ini. Berita tersebut bisa dibaca secara lengkap di E-Paper Solopos.

Selain itu, halamnan utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga menyajikan kabar tentang rencana pemerintah yang akan menggunakan detektor wajah sebagai sarana untuk memberikan bantuan pangan nontunai (BNPT).

2019, BPNT Gunakan Teknologi Pengenal Wajah

Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan teknologi mutakhir pendeteksi wajah untuk menekan penyalahgunaan dana bantuan pangan nontunai (BPNT). Rencananya penerapan itu dilakukan pada 2019 mendatang.

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan dengan menggunakan sistem face recognition diharapkan tidak ada lagi kendala-kendala terkait pencairan BPNT yang dihadapi penerima manfaat. Kendala itu misalnya lupa nomor PIN kartu ketika akan membelanjakan dana bantuan tersebut.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halamann Soloraya pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, ada kabar utama tentang orang hilang di Sragen. Ada pula kabar tentang daur ulang mobil bekas yang menjadi perpustakaan keliling.

Reta dan Amel Tak Pulang Sejak Senin

Dua gadis kakak beradik asal Kampung Cantel Kulon RT 003/RW 023, Sragen Kulon, Sragen Kota, Sragen, sejak Senin (5/11/2018), belum pulang hingga kini. Orang tua mereka kesulitan mencari keberadaan remaja berumur 16 tahun dan bocah berumur sembilan tahun itu dan melapor ke Mapolres Sragen, Rabu (7/11/2018).

"Si sulung bernama Reta yang duduk di Kelas X SMKN 1 Sragen dan adiknya Amel yang duduk di Kelas IV SDN 9 Sragen. Mereka berangkat sekolah bersama mengendarai sepeda motor Honda Revo warna biru berpelat nomor AD 4123 ABE pada Senin pagi. Tetapi sampai sekarang belum pulang," ujar orang tua mereka, Ari Samono, 48, saat ditemui Solopos di rumahnya, Rabu siang.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Mobil Bekas Angkot Jadi Angkutan Khusus Pelajar

Mobil bekas pun masih bisa membawa banyak manfaat. Hal ini yang dilakukan Brigadir Eko Julianto yang memanfaatkan sebuah mobil bekas angkutan umum perkotaan yang ia modifikasi menjadi perpustakaan keliling sekaligus angkutan khusus pelajar.

Anggota Polri yang bertugas di Polsek Wonogiri Kota tersebut menyadari betul bahwa kesadaraan membaca masyarakat saat ini sangatlah kurang. Sedangkan, menurutnya membaca merupakan sebuah hal yang penting untuk kemajuan Indonesia.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.