Pasar Legi Solo Dibangun Model Hanggar, Pedagang Malah Minta Ini

Kondisi bangunan Pasar Legi Solo seusai kebakaran tampak dari ketinggian, Selasa (30/10 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
08 November 2018 15:40 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pedagang Pasar Legi Solo mengusulkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo agar menambah pasar baru dengan lantai basement atau ruangan di bawah tanah atau gedung. 

Sebelumnya, Pemkot Solo mengungkapkan rencananya Pasar Legi yang terbakar pada Senin (29/10/2018) lalu akan dibangun kembali dengan model hanggar. Seluruh pedagang akan ditata ulang.

Ketua Ikatan Kekeluargaan Pedagang Pasar Legi (Ikapagi) Solo, Tugiman, menyebut para pedagang ingin dibuatkan basement di Pasar Legi untuk dimanfaatkan sebagai lokasi parkir kendaraan pedagang dan pembeli sekaligus menjadi area bongkar muat barang dagangan. 

Menurut dia, lokasi parkir di Pasar Legi kini sudah tak cukup lagi. Jumlah kendaraan yang masuk ke Pasar Legi kini banyak hingga tak sesuai kapasitas lokasi parkir yang tersedia baik di sisi utara, barat, timur maupun selatan pasar peninggalan Mangkunagoro I itu.

"Harapan teman-teman pedagang, pasar yang baru nanti bisa ditambahi basement untuk tambahan lokasi parkir para pedagang, pembeli, dan area bongkar muat barang," kata Tugiman saat diwawancarai Solopos.com di Pasar Legi, Kamis (8/11/2018).

Tugiman membeberkan beberapa dampak positif yang bisa dirasakan jika Pemkot melengkapi Pasar Legi dengan basement, salah satunya para pedagang tidak perlu lagi mengantre ketika ingin bongkar muat barang. 

Yang terjadi selama ini, kata dia, pedagang kerap harus megantre dengan pedagang lain ketika ingin menaruh atau mengangkut barang dagangan di halaman pasar. 

Tugiman menuturkan pemindahan lokasi parkir dan aktivitas bongkar muat barang dagangan juga diyakini bakal menguntungkan para pembeli. 

"Aktivitas parkir dan bongkar muat barang dagangan di halaman pasar lumayan mengganggu pembeli kan? Maka dari itu kami berpikir lebih baik pasar baru nanti ditambah basement," jelas Tugiman.

Tugiman juga berharap Pemkot membangun Pasar Legi seperti sediakala. Dia meyakini pedapatnya itu diamini banyak pedagang Pasar Legi lainnya. 

Tugiman mengusulkan hal itu agar para pedagang bisa mendapatkan kepastian dari awal soal perolehan kios dan los seperti sebelum kebakaran. Namun, dia juga menghargai rencana Wali Kota Solo yang ingin membuat Pasar Legi dengan model hanggar satu lantai.

"Pak Rudy punya rencana itu, kami terima kasih. Tapi teman-teman pedagang ingin pasar bisa dibuat seperti semula. Lantai bawah digunakan untuk pedagang kios, lantai atas untuk pedagang los," ujar Tugiman yang mengaku belum mendapat sosialisasi dari Pemkot soal rencana pembangunan ulang Pasar Legi.

Pedagang lainnya, Wagiyem, 48, juga mengusulkan kepada Pemkot lebih baik membangun Pasar Legi seperti sebelumnya. Pedagang brambang bawang di los itu khawatir jika Pemkot membangun pasar legi dengan bentuk lain, dirinya bakal mendapatkan tempat berjualan di lokasi yang tidak sestrategis sebelumnya. 

Dia ingin kembali berjualan di los lantai atas Pasar Legi berdampingan dengan pedagang bawang brambang lainnya.