Terungkap! Ini Identitas Mayat di Bawah Jembatan Mojo Semanggi Solo

Warga melihat mayat yang ditemukan di bawah Jembatan Mojo, Semanggi, Solo, Kamis (8/11 - 2018) pagi. (Istimewa)
08 November 2018 16:15 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Identitas pria bertato yang mayatnya ditemukan di Sungai Bengawan Solo bawah Jembatan Mojo, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Kamis (8/11/2018) pagi, akhirnya terungkap.

Pria itu diketahui bernama Ariyanto, warga Klaten. Menurut informasi, Ariyanto memiliki riwayat gangguan mental (stres). Dia berada di Solo diduga untuk mengunjungi ayahnya.

Sebagaimana diinformasikan, mayat Ariyanto yang mengenakan kaus hitam tanpa lengan ditemukan warga Semanggi di bawah Jembatan Mojo, sekitar pukul 08.00 WIB. Tak ada bukti identitas saat mayat itu ditemukan.

Salah satu saksi, Budi, mengatakan sedang menggembala kuda di pinggir sungai tepatnya di bawah Jembatan Mojo saat tiba-tiba mendapat informasi dari temannya, Rendi, ada orang mengapung di kali.

Budi kemudian memberi tahu rekannya yang lain, Wahyono, agar melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pasar Kliwon.

“Saya sedang angon [mengembala] kuda tiba-tiba mas Rendi teriak-teriak ada mayat ngapung di kali. Saya langsung melihat ke lokasi dan menyuruh teman saya Wahyono untuk menghubungi Polsek terdekat agar dilakukan olah TKP,” ujarnya kepada Solopos.com, Kamis.

Kapolsek Pasar Kliwon, AKP Aditia Mulya, membenarkan mayat pria di bawah Jembatan Mojo itu bernama Ariyanto. Polisi mendapat informasi dari keluarganya bahwa Ariyanto memiliki riwayat stres.

“Ya tadi keluarga korban sudah menemui kami di mapolsek untuk mengurus administrasi pengambilan jenazah di RSUD dr. Moewardi. Kakaknya mengakui adiknya mempunyai riwayat penyakit stres dan dari hasil visum tadi tidak ada tanda-tanda pembunuhan atau kekerasan yang dialami korban,” ujarnya.

Kakak Ariyanto, Muhtar, membenarkan adiknya memiliki riwayat penyakit stres dan menduga penyakitnya kumat saat mengunjungi ayahnya.

“Ya memang, adik saya mempunyai riwayat penyakit stres. Kalau kambuh sering pusing. Ariyanto sedang mengunjungi ayahnya di Solo [sebelum mayatnya ditemukan di kali],” ujarnya

Muhtar bercerita Ariyanto ini bukan warga Solo, melainkan warga Klaten. “Saya tidak tahu bagaimana adik saya bisa sampai di situ. Saya mendapatkan telepon adik saya sudah meninggal saya bergegas dari Klaten ke sini,” ujarnya.