Bengawan Berbau Solar, Ini Pengaruhnya Pasokan Air Bersih Solo

Petugas mengedrop air bersih yang berasal dari sumur dalam Banjarsari menggunakan mobil tangki di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Jurug, Solo, Kamis (8/11). Perumda Air Minum Toya Wening Solo akan kembali melakukan droping air bersih menggunakan tangki ke pelanggan, karena IPA Jurug terpaksa kembali dihentikan akibat air baku Sungai Bengawan Solo masih tercemar polutan parah sehingga sulit diolah menjadi air bersih. - Nicolous Irawan
09 November 2018 04:00 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Perumda Toya Wening terpaksa menghentikan pasokan karena air baku Bengawan Solo kembali tercemar polutan parah sehingga sulit diolah menjadi air bersih. Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Toya Wening, Tri Atmojo Sukomulyo, menyebut kondisi air berubah warna menjadi hitam pekat sejak Rabu (7/11/2018) pukul 17.00 WIB. Bahkan airnya berbau seperti solar.

Tri Atmojo meyakini sumber utama pencemaran air baku Bengawan Solo kali ini sama seperti sebelumnya, yakni berasal dari aliran Kali Samin di Sukoharjo. Ketika air di Kali Samin tidak berwarna hitam pekat dan berbau pada awal pekan lalu, IPA Jebres dan Jurug masih bisa mengolah air Bengawan Solo menjadi air bersih. Padahal saat itu air Bengawan terpapar limbah dari Kali Premulung dan Kali Jenes.

"Paling dominan mencemari Bengawan air Kali Samin. Dampaknya, IPA Jebres dan Jurug tak mampu lagi mengolah air sungai menjadi air bersih, apalagi di IPA Semanggi yang saluran intake-nya dekat dengan Kali Samin," kata Tri Atmojo ketika diwawancarai Solopos.com di IPA Jurug, Kamis.

Tri Atmojo berharap Perum Jasa Tirta I segera menggelar rapat pleno guna membahas penanganan pencemaran air Bengawan Solo. Perumda Toya wening tidak bisa berjalan sendiri mengatasi masalah lingkungan tersebut. Mereka berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo, Sukoharjo, dan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) segera mengatasi pencemaran Bengawan Solo.

"Petugas kami yang berjaga di intake Padokan melaporkan kondisi air Bengawan Solo mulai terlihat normal lagi pada akhir pekan lalu. Tapi tidak tahu kenapa ini ada limbah lagi. Mungkin dikira kemarin [Rabu] mau hujan deras jadi mereka buang lagi. Kan kemarin sempat mendung dan gerimis," ujar Tri Atmojo.

Karena IPA Jebres dan Jurug tak dioperasikan lagi, Perumda Toya Wening kembali mempersilakan pelanggan air minum di wilayah terdampak menghubungi call center (0271) 712 465 atau 725 636 untuk dikirimi air bersih menggunakan mobil tangki. Saat ini Perumda Air Minum punya delapan mobil tangki air yang siap menyuplai kebutuhan air bersih kepada pelanggan. "Kami selama ini rutin memantau kondisi air baku Bengawan Solo. Petugas laboratorium setiap hari mengambil sampel air. Jika kualitas hasil olahan air baku sungai sesuai dengan baku mutu, kami akan kembali mendistribusikan air bersih itu ke rumah-rumah pelanggan," jelas Tri Atmojo.

Petugas Bidang Produksi Perumda Toya Wening, Budi Setiawan, mengatakan pihaknya sudah memanfaatkan lumpur alami untuk mengolah air Bengawan. Lumpur dapat mengikat polutan dalam air. Namun, hasil olahan airnya belum sesuai baku mutu. Budi menyebut kondisi air Bengawan Solo seperti ini pernah terjadi pada 2008.