Solopos Hari Ini: BPJS Tagih Tunggakan dari Pintu ke Pintu

Harian Umum Solopos edisi Jumat (9/11 - 2018).
09 November 2018 11:30 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Petugas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan menagih tunggakan iuran kepada peserta dari pintu ke pintu. BPJS Kesehatan memperkirakan tunggakan iuran peserta mencapai Rp3 triliun.

Tunggukan ini berasal dari peserta BPJS yang tidak aktif. Asisten Deputi Bidang Promosi BPJS Kesehatan Agus Ramlan Hidayat mengatakan berbagai upaya dilakukan BPJS Kesehatan untuk menagih.

Kabar utama tentang rencana BPJS Kesehatan yang akan menagih tunggakan iuran peserta dari pintu ke pintu itu menjadi headline pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Jumat (9/11/2018). Berita tersebut dapat disimak secara lengkap di E-Paper Solopos.

Selain itu, ada berita konser Gun N'Roses di Jakarta pada halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini. Grup musik asal Amerika Serikat (AS) itu mengguncang Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan formasi klasiknya.

Bernostalgia dalam Euforia Gun N’Roses

Band rok Gun N’Roses menggelar konser bertajuk Not In this Not In di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (8/11/218) malam. Band legendaris yang pernah merajai kancah musik rok dunia era 1980-1990-an itu mengguncang SUGBK dengan tampil dengan formasi klasiknya.

Axl Rose (vokal, piano), Duff McKagan (bass), Slash (gitar utama), Dizzy Reed (kibor), Richard Fortus (gitar ritme), Frank Ferrer (drum), dan Melissa Reese (kibor), tampil memuaskan para penonton akan rasa rindunya terhadap pelantun Sweet Child O'Mine itu.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Solaray pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, ada kabar terbaru tentang rencana pembangunan Pasar Legi Solo. Ada pula kebar tentang pemeliharaan sungai di Klaten.

Pedagang Inginkan Basement

Sejumlah pedagang Pasar Legi yang menjadi korban kebakaran mengusulkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo agar menambah bangunan baru pasar dengan basement atau ruangan bawah tanah. Ketua Ikatan Kekeluargaan Pedagang Pasar Legi (Ikapagi) Solo, Tugiman, menyebut para pedagang ingin dibuatkan basement di Pasar Legi baru untuk dimanfaatkan sebagai lokasi parkir kendaraan pedagang dan pembeli, sekaligus menjadi area bongkar muat barang dagangan.

Menurut dia, lokasi parkir di Pasar Legi kini sudah tak cukup lagi. Jumlah kendaraan yang masuk ke Pasar Legi kini banyak hingga tak sesuai dengan kapasitas lokasi parkir yang tersedia baik di sisi utara, barat, timur maupun selatan pasar peninggalan Mangkunegara I itu.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Memperkuat Para Srikandi Merawat Sungai

Di tepi Kali Ujung, perempuan-perempuan Srikandi Sungai Indonesia Provinsi Jawa Tengah duduk-duduk di Taman Bambu Senopati, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Klaten. Aneka tanaman, ayunan, bangku, hingga aliran air yang relatif jernih mengalir di penghujung musim kemarau.

Sungai itu dikelola oleh Komunitas Peduli Sungai Kali Ujung. Mereka terdiri atas pegiat lingkungan lintas desa yang dialiri Kali Ujung mulai dari kepala desa, pemuda, hingga elemen lainnya. Semula, mereka meniginisiasi pengelolaan agar lebih bersih dengan kerja bakti. Lalu dimulai penataan-penataan.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.