Heboh Mabuk Air Rebusan Pembalut, Ini Komentar Menko PMK dan Mendikbud

Ilustrasi pembalut wanita. (easyperiod.ca)
09 November 2018 19:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Heboh fenomena mabuk setelah minum air rebusan pembalut di Jawa Tengah menjadi perhatian Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Puan Maharani dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Puan Maharani kaget mengetahui ada fenomena tersebut. Puan mengaku baru mendengarnya kali ini.

"Saya baru dengar dan belum mengecek. Di mana? Jawa Tengah? Nanti kami cek lagi," katanya di sela Silaturahmi Bersama Menko PMK di Pendapi Gedhe Balai Kota Solo, Jumat (9/11/2018).

Puan mengatakan setelah mengecek ia akan mencari tahu penyebab anak jalanan meminum air rebusan pembalut itu. Selain itu menentukan solusi agar tidak ada lagi yang meminum air rebusan tersebut.

Hal senada disampaikan Muhadjir. Mendikbud berjanji segera mengecek hal tersebut. Dia belum mendapatkan laporan resmi soal fenomena mabuk air rebusan. "Belum ada laporan resmi ke saya. Nanti lah dilihat semuanya," ujar Muhadjir.

Sementara dalam kesempatan itu Puan bersilaturahmi dengan ratusan masyarakat dan menyerahkan bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 250 siswa. Mereka terdiri atas 50 siswa sekolah dasar, 60 siswa SMP, kemudian SMA dan SMK masing-masing 70 siswa.

Selain itu, Puan menyerahkan Surat Keputusan (SK) Tunjangan Profesi Guru kepada 100 orang perwakilan guru penerima sertifikasi dan 100 kepala satuan pendidikan yang menerima bantuan dari pemerintah.

Bantuan yang diberikan berupa sarana dan prasarana pendidikan seperti renovasi perpustakaan, penambahan laboratorium komputer dan lain sebagainya.

Selain penyerahan bantuan, Menko PMK juga memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada Balita Kurus, PMT Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK), serta menyosialisasikan wajib PAUD pra-SD.

Puan menyampaikan kunjungannya ke Kota Solo guna mengecek dan mengevaluasi pemanfaatan bantuan dari pemerintah. Dia pun mengapresiasi langkah Pemkot menyinergikan bantuan daerah dengan bantuan pemerintah pusat.

"Hari ini kami mengecek dan mengevaluasi bagaimana jalannya bantuan dari pemerintah di Kota Solo, seperti dikatakan Pak Wali yang menyinergikan dengan bantuan di Kota Solo dan kami pastikan semua bermanfaat dan berjalan dengan baik," kata Puan.

Puan berharap bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah dapat dimanfaakan sebaik mungkin oleh rakyat sehingga kesejahteraan masyarakat di Kota Solo semakin meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan sebagai salah satu upaya Pemkot dalam revolusi mental adalah dengan menyinergikan program dari pemerintah pusat dengan program pemerintah daerah.

Salah satunya adalah program Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Solo (BPMKS). Dimana saat ini BPMKS tidak bisa cair jika tidak dibelanjakan alat-alat sekolah, seragam, buku pelajaran, dan lain-lain.

"Kita kerja sama dengan Bank Jateng dan belasan outlet, intinya ini untuk revolusi mental baik masyarakat Kota Solo dan aparatur sipil negara [ASN] Pemkot," katanya.