Vapor Ekstasi & Ganja Ditawarkan Melalui Grup Medsos

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono (kanan) dan Kasubdit 1 Ditresnarkoba AKBP Jean Calvijn Simanjuntak (kiri) menunjukkan likuid vapor narkoba di Jakarta Kamis (8/11/2018)./liputan6.com/Iqbal Nugroho -
09 November 2018 22:13 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO– Cairan vapor atau  rokok elektrik yang mengandung methylenedioxy methamphetamine (MDMA) alias ekstasi dan cannabies sintesas (ganja sintesis)  banyak diperjualbelikan di media sosial (medsos).  Polda Metro Jaya mengungkap 22 merek liquid vape yang mengandung narkoba itu beredar luas di 48 kota di Indonesia. "Kelompok ini menamai diri Reborn Cartel dan telah memproduksi 22 jenis liquid vape narkoba. Likuid ini telah tersebar di 48 kota di Indonesia," kata Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak di Jakarta Timur, Kamis (8/11/2018), sebagaimana dikutip dari liputan6.com.

Polisi menemukan likuid merek Cherykush, Traditional Bali Tobaco, Chery dope, Performance Plus Daily, Lemonade Grenade, Ek grizz, Rogz, Golden barong, AlliRog, Exbe, Golden beer, Madness, Rbn Grizzly, ilusionis, Bananakush. Otak dari kasus peredaran narkoba ini adalah suami istri berinisial TY dan DW.

Hengky, pemilik salah satu vape store di Kota Solo mengaku pemasok mengirim iklan pemasaran melalui grup tertutup di medsos. Mereka menjual secara terang-terangan dengan menyebut cairan itu mengandung MDMA, “Sebenarnya saya ada satu grup tertutup, sering saya pakai untuk mencari referensi penjual yang menjual likuid dengan harga murah. Ada di salah satu grup saya, penjual yang menyebutkan likuid ini bisa membuat orang ngefly saat menyedotnya dengan menggunakan vapor. Likuid itu seharga sekitar Rp380.000 per 5 ml, likuid itu diberi nama Liquid Vape Illusion,” ujar Hengky, Jumat (9/11/2018).

Menurut Hengky, pemesanannya berlangsung secara online dengan pendistribusian menggunakan dua cara. “Pesan secara online dan didistribusikan lewat dengan jasa ojek online itu yang di wilayah Jabodetabek. Jika di luar Jabodetabek, mereka menggunakan jasa ekspedisi,” ujarnya.

Hengky pernah ingin mencoba memesan lewat kurir awalnya. Waktu itu banyak pengunjung yang menanyakan punya likuid yang mengandung MDMA. Tetapi dirinya berpikir panjang untuk memesan likuid merek tersebut.

“Banyak sebenarnya yang nyari likuid itu, tapi saya cari aman saya. Bisnis saya bisa rusak jika ketangkap karena memesan likuid tersebut. Sebenarnya banyak nama yang biasanya diganti jika cairan tersebut mengandung MDMA, misalnya Traditional Bali Tobacco kami bilang saja ke konsumen ini rasanya seperti rokok bali tapi mereka yang tahu biasanya langsung tanya ini ada campuran MDMA apa tidak. Jika pemakai pasti langsung membeli dalam jumlah banyak,” ujar Hengkya.

Likuid rasa alkohol juga ada, namun tergantung permintaan konsumen. “Rasa-rasa seperti itu sebenarnya beredar sejak lama, mau rasa seperti minuman baileys ada, rasa seperti Fanta ya ada, permintaan pelanggan saya paling hanya rasa yang segar di mulut, saya kasih yang ada mint atau rasa buah seperti mangga, pisang, jeruk,” ujarnya.