Menhub: KA Bandara Solo Ditarget Selesai Pertengahan 2019

Menhub Budi Karya Sumadi menyampaikan materi dalam acara Dialog Nasional Indonesia Maju di Diamond Convention Center, Solo, Sabtu (10/11 - 2018). (Solopos/ M. Ferri Setiawan)
10 November 2018 15:00 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam kunjungannya ke Solo dalam acara Dialog Nasional 30 Indonesia Maju di Diamond Solo Convention Center, Solo, Sabtu (10/11/2018) membeberkan pencapaian kerja di kementeriannya.

Menhub mengatakan Kemenhub telah melakukan pembangunan pelabuhan non-komersial di 104 lokasi, pembangunan 10 bandara baru, hingga pembanguan dan pengembangan 10 prasarana sekolah/kampus.

Budi Karya menyebut, Solo juga disasar pembangunan sarana transportasi oleh Kemenhub, salah satunya fasilitas KA akses Bandara Adi Soemarmo Solo. Budi mengatakan KA Bandara kini dalam proses pembangunan 30%. Dia menargetkan proyek KA Bandara bisa selesai pertengahan 2019.

"Mau ke Surabaya, nanti enggak usah naik taksi lagi ke bandara. Naiknya kereta, murah lagi. Dari Madiun, Klaten, bisa langsung ke Bandara. Kami rencanakan KA Bandara akan selesai tahun depan. Solo nanti jadi salah satu kota yang memiliki kereta bandara. Sekarang prosesnya 30%. Pertengahan tahun depan selesai," ujar Budi di panggung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, ribuan orang yang hadir di Diamond Solo Convention Center menjadi peserta Dialog Nasional adalah mereka para penerima manafaat Program Keluarga Harapan (PKH). Budi menegaskan kepada para peserta Dialog Nasional itu, bahwa program-program yang telah dikerjakan Presiden Jokowi bukanlah untuk keuntungan sendiri, tapi masyarakat.

"Saya ditugaskan Pak Presiden menyampaikan kepada ibu-ibu khususnya, membangun itu tidak untuk untung sendiri. Nyatanya Gibran jualan pisang [martabak maksudnya] kan? Saya sekarang khusus datang sama Mbak Puan ingin menyampaikan sendiri," jelas Budi.

Menhub Budi Karya tidak datang sendirian, hadir juga Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dalam acara Dialog Nasional tersebut.

Puan Maharani dalam Dialog Nasional juga menyampaikan informasi mengenai hasil kerja pemerintahan Jokowi-JK. Dia menyebut, yang dibangun Presiden Jokowi semata-mata untuk masyarakat Indonesia. Hasilnya, yakni penuruan angka kemiskinan. Puan meyakini angka kemiskinan di Indonesia bisa turun salah satunya karena adanya PKH untuk masyarakat.

"Bisa turun kenapa? Karena ada program PKH. Kenapa kami pilih ibu-ibu? Karena ibu-ibu cerewet, detail. Misalnya, beli cabai 1.000 itu dapat berapa? Dapatnya 3? Kalau dapat 2 enggak mau pasti ibu-ibu. Ibu-ibu itu juga peduli kepada keluarganya. Ibu-ibu kalau sama anak, inginnya kasih makan enak kan?" jelas Puan.

Puan menyebut biasanya penerima manfaat PKH terima juga Kartu Indonesia Pintar (KIP). Dia mengatakan saat awal Presiden Jokowi dilantik KIP baru diberikan 11 juta. Setelah itu KIP terus ditambah. Puan menuturkan sekarang penerima KIP mencapai 19,7 juta anak di Indonesia, plus yatim piatu, siswa madrasah dan pesantren. Dia menegaskan anak-anak Indonesia diarahkan bisa mengenyam dunia pendidikan minimal 12 tahun sekolah.