Pintu Perlintasan KA Sangkrah di Jalur Batara Kresna Solo Rusak

Pengendara motor melintasi palang pintu kereta api di Kampung Demangan, Kelurahan Sangkrah, Solo, yang rusak, Minggu (11/11 - 2018). (Solopos/Ratih Kartika)
11 November 2018 19:15 WIB Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Satu palang pintu perlintasan kereta api (KA) di RT 001/RW 009, Kampung Demangan, Kelurahan Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo, rusak.

Hal itu berpotensi mengganggu perjalanan Railbus Batara Kresna rute Solo-Wonogiri saat melintas di kawasan itu. Berdasarkan informasi yang diperoleh Solopos.com, palang pintu perlintasan itu rusak sejak tiga pekan lalu.

Penjaga perlintasan kereta, Sarosa, membenarkan kondisi pintu palang kereta api tersebut sudah rusak tiga pekan lalu. Sarosa mengatakan saat palang pintu masih berfungsi, banyak pengemudi yang kerap menerobos.

Sekarang palang pintu itu malah rusak. “Pengendara orang banyak yang saat menyeberang melihat kereta belum datang, terus nyelonong. Apalagi ini palangnya yang sisi utara rusak. Di sini palangnya dua. Jadinya kan sama saja enggak ada palangnya,” jelasnya, Minggu (11/11/2018).

Dia mengaku terkadang harus menutup perlintasan yang pintu palangnya rusak dengan berdiri di dekat pintu palang sambil melambaikan bendera.

Pintu palang kereta api yang rusak tersebut sudah dicek oleh petugas PT KAI satu atau dua hari setelah adanya laporan, akan tetapi sampai sekarang belum ada tindakan lebih lanjut.

“Kelihatannya bisa [sudah bisa digunakan], terus besoknya enggak bisa lagi. Ini kan alatnya sulit. Kami sementara manual [menggunakan bendera],” ungkap dia.

Dia juga menjelaskan dengan alat manual bisa sedikit memudahkan dalam menutup palang kereta tersebut. Ditambah pengemudi kendaraan bermotor juga sudah hafal apabila palang tertutup, pengemudi langsung berhenti untuk menunggu kereta lewat.

“Kami palangi juga, berhenti di sana [pintu perlintasan yang rusak]. Di sini juga kalau mati listrik, turun ke jalan bawa bendera,” jelas dia.

Dia berharap palang pintu yang rusak tersebut segera diperbaiki agar dia bersama teman yang lainnya dapat bekerja dengan mudah dan lancar, pengendara atau pengguna jalan juga merasa aman.

“Supaya bisa di buat motivasi saat kerja karena fasilitas komplet, kan juga nyaman,” ujar Saroso.

Petugas penjaga perlintasan lainnya, Purwoko, mengatakan di lokasi tersebut terdapat empat petugas penjaga palang perlintasan kereta api.

Namun satu di antaranya sedang tidak bekerja sehingga hanya tiga orang yang harus bergantian menjaga perlintasan.