Feeder Baru BST Solo Dilengkapi GPS, Pengemudi Jangan Main-Main!

Angkutan pengumpan (feeder) Batik Solo Trans (BST). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
12 November 2018 08:00 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perhubungan (Dishub) Solo bakal melengkapi 30 angkutan pengumpan (feeder) baru Batik Solo Trans (BST) dengan alat pelacak Global Positioning System (GPS).

Tujuannya agar para pengemudi tidak lagi sembarangan dalam memanfaatkan atau mengoperasikan feeder tersebut.

Kepala UPTD Transportasi Dishub Solo, Yulianto, mengatakan pergerakan para pengemudi feeder bakal lebih mudah dipantau dengan alat pemancar GPS. Bukan hanya Dishub, masyarakat juga nantinya dipersilakan membuka aplikasi yang bisa menunjukkan keberadaan feeder.

"Para pengemudi tidak bisa mengelak lagi ketika kedapatan ngetem hingga melayani carteran tanpa izin. Pergerakan mereka akan terpantau lewat aplikasi," jelas Yuli saat diwawancarai Solopos.com, Sabtu (10/11/2018).

Yuli menyampaikan Dishub kini tengah menyiapkan aplikasi khusus yang bisa diakses publik untuk melihat lokasi atau perjalanan feeder yang telah dipasangi alat pemancar GPS.

Dia menargetkan proses pemasangan GPS di feeder baru hingga pembuatan aplikasi baru bisa rampung tahun ini. Selain membuat aplikasi baru, Yuli berencana tetap menjalin kerja sama dengan pengelola aplikasi Moovit untuk menampilkan pergerakan layanan angkutan umum di Kota Bengawan.

"Setelah feeder baru, kami nanti giliran menyasar feeder lama untuk dipasangi GPS. Bus BST juga sama. Jadi semua layanan angkutan umum di Solo nanti bisa dipantau lewat gawai masing-masing," jelas Yuli.

Diwawancarai terpisah, Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, mengatakan pemasangan alat pemancar GPS pada feeder dan bus BST dilakukan untuk menjamin para pengemudi tidak lagi melanggar standar operasional prosedur (SOP) pelayanan.

Dishub ingin memberikan kepastian informasi kepada masyarakat, yakni para calon penumpang maupun para penumpang akan keberadaan layanan feeder maupun bus BST di Solo.

"Dengan memasang alat GPS ini, kami nantinya bisa memantau seluruh pergerakan mobil feeder, meliputi rute, waktu tempuh dari halte satu ke halte lain, hingga ketepatan waktu tiba di lokasi tujuan. Jadi kami bisa dengan mudah melihat pengemudi feeder atau bus mana yang nekat keluar dari rute, ngetem, atau malah melayani carteran," jelas Hari.

Hari mengatakan sementara ini GPS baru dipasang di armada feeder baru. Sedangkan armada feeder lama dan angkuta cat kuning menyusul. Dia menyampaikan Dishub akan memastikan pengemudi feeder melayani penumpang tiap hari mulai pukul 05.30 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Operasional feeder dan angkuta minimal 6 rit/hari dengan jarak antar kendaraan (headway) saat waktu puncak paling lama 10 menit, sedangkan nonpuncak paling lama 15 menit. Pengemudi feeder maupun angkuta tidak boleh ngetem sembarangan.

Hari menegaskan Dishub telah menyediakan lokasi khusus bagi pengemudi feeder untuk behenti atau beristirahat selagi menanti pengemudi lain di belakang datang. Lokasi tersebut salah satunya berada di Pasar Klewer.