Kampung Wisata Sondakan Solo Tawarkan Paket Rp75.000-Rp130.000, Ini Fasilitasnya

Museum Samanhoedi di Sondakan, Laweyan, Solo. (Solopos/Dok)
12 November 2018 13:40 WIB Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kampung Wisata Sondakan, Laweyan, Solo, menawarkan paket wisata dengan tarif mulai Rp75.000 hingga Rp130.000 per orang. Ada beberapa paket yang ditawarkan kepada para turis dari dalam negeri maupun mancanegara yang akan berkunjung.

Ketua Pokdarwis Sondakan, Albicia Hamzah, menjelaskan paket wisata Rp130.000 per orang dikenakan apabila kunjungan turis lebih dari tujuh orang. Sedangkan apabila kurang dari tujuh orang, setiap orang dipatok Rp150.000.

Dia menjelaskan dengan tarif itu, pengunjung bisa ke Museum Samanhoedi, pengrajin wayang, pengrajin cap batik, pengrajin batik, dan ke craft di kampung wisata tersebut.

akampung wisata sondakan soloPenyerahan SK Forum Pengembangan Kampung Wisata (FPKW) di Balai Samanhoedi, Kelurahan Sondakan, Solo, Sabtu (10/11/2018). (Istimewa-Pemerintah Kelurahan Sondakan)

“Kami ada pilihan paket, misal perjalanan sejarah yang terdiri atas arsitektural, tempat-tempat peninggalan sejarah seperti Langgar Laweyan, rumahnya Samanhoedi, maupun sejarahnya kampung-kampung [di Sondakan]. Kalau edukasi kami pasang tarif Rp75.000 tiap kali kunjungan per orang dengan durasi tiga sampai empat jam," kata dia kepada Solopos.com, Minggu (11/11/2018).

Paket personal juga tersedia yaitu pelatihan tatah sungging wayang selama tiga jam. Suvenir wayang terbuat dari kulit untuk pembatas buku. Biayanya Rp125.000 dengan lama waktu tiga jam plus bimbingan pelatihan.

Bagi yang ingin tahu cara pembuatan karak, Kampung Wisata Sondakan menawarkan paket wisata pembuatan karak dengan tarif Rp60.000 per orang. Pengunjung bisa mengikuti semua tahapan pembuatan karak mulai dari mengiris-ngiris sampai digoreng.

“Itu sampai kalau menunggu sampai selesai waktunya sampai delapan jam. Tapi paling tidak untuk tahu dan terlibat cukup 2,5 sampai 3 jam,“ kata dia.

Pengembangan Kampung Wisata Sondakan sudah berlangsung selama sembilan tahun. Selama itu, Sondakan terus berbenah dan menyelenggarakan berbagai macam kegiatan kebudayaan dan kepariwisataan dalam rangka penguatan eksistensi menjadi Kampung Wisata.

Pada 2013, Sondakan masuk nominasi 10 besar desa wisata seluruh Indonesia dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pokdarwis Sondakan tengah membangun mindset masyarakat bahwa potensi ekonomi kreatif di Kelurahan Sondakan yang meliputi produksi batik, produksi wayang, produksi cap batik, produksi kuliner, dan beberapa produksi ekonomi kreatif turunan lainnya merupakan potensi wisata.

“Karena kami sadar proses pembangunan pariwisata harus berjalan seiring peningkatan kesadaran masyarakat, sehingga tahun ini Pokdarwis Sondakan membentuk Forum Pengembangan Kampung Wisata [FPKW] Sondakan sebagai forum rembuk segala persoalan terkait eksitensi pariwisata di Kelurahan Sondakan,” ujar dia.