Pedagang Pasar Legi Solo Korban Kebakaran Mulai Resah, Ini Sebabnya

Pedagang bawang merah, bawang putih, dan cabai di bawah tenda darurat berbentuk payung di Pasar Legi, Solo, Senin (12/11 - 2018). (Solopos/Ratih Kartika).
13 November 2018 06:15 WIB Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pedagang Pasar Legi Solo yang berjualan di tenda-tenda darurat mulai khawatir dengan cuaca yang belakangan mulai sering hujan. Para pedagang tersebut khawatir barang dagangan mereka busuk atau rusak jika terkena air hujan.

Pedagang soun, Sutiyem, menjelaskan barang dagangannya rusak karena hujan yeng mengguyur beberapa waktu lalu. Soun-soun yang biasanya dia jual setelah kebakaran Pasar Legi, 29 Oktober 2018 lalu, lembek karena terkena air hujan.

Dia tak bisa berjualan keesokan harinya karena harus menjemur soun-soun tersebut. “Iya takut kalau hujan bisa mlenyok [lembek]. Lha gimana ini juga belum ada pasar daruratnya,” kata dia saat ditemui Solopos.com, Senin (12/11/2018).

Akibat kebakaran pada akhir Oktober lalu, kios Sutiyem yang berada di lantai II Pasar Legi terbakar habis. Tak ada barang yang bisa diselamatkan dari kebakaran tersebut.

Kini dia hanya bisa kulakan barang sedikit demi sedikit ke Klaten. “Ini beli sedikit demi sedikit di Klaten. Kulakan ke Klaten naik motor berdua bersama anak [perempuannya],” jelas pedagang berusia 70 tahun ini.

Pedagang bawang, Sri Kriswanti, hanya dapat mencari tempat berteduh atau mencari payung sewaan saat hujan seperti beberapa waktu lalu. Dia masih bingung dengan tempat berjualan yang saat ini tengah di tempatinya. Dia hanya menunggu pasar darurat yang tengah dibangun tersebut agar cepat selesai pembangunannya. 

“Namanya orang kecil yang dikhawatirkan nanti hujannya itu. Kalau pasar darurat sudah jadi, pedagang kecil gini kan enggak mumet. Penitipan juga belum ada. Jadi barang harus dibawa pulang kalau sore, paginya dibawa ke sini lagi. Terus kalau hujan kan di sini tempatnya hanya pakai payung [bisa basah],” jelas dia, Senin.

Dia mengaku sempat kehujanan beberapa waktu lalu dan berteduh di pasar darurat yang belum jadi. Namun, barang-barang daganganya kebasahan.

Di sisi lain, Lurah Pasar Legi, Marsono, mengimbau pedagang memaklumi situasi Pasar Legi saat ini. Dia hanya dapat mengimbau agar para pedagang tidak membawa barang dagangan terlalu banyak karena apabila terkenan hujan barang dagangan bisa membusuk. 

“Yang sempat membawa pulang ya dibawa pulang, kalau enggak ya berteduh di situ [pasar darurat yang tengah dibangun]. Setelah nanti reda dibawa pulang atau dijual lagi,” kata dia, Senin.