Pemkab Sukoharjo Siapkan 5 Paket Wisata, Ke Mana Saja?

Pengrajin membuat hiasan gamelan bermotif naga di sentra industri gamelan Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (25/8 - 2018). (Istimewa)
13 November 2018 14:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemkab Sukoharjo menyiapkan lima paket wisata di tiga desa pada 2019. Hal ini guna merangsang minat wisatawan lokal maupun mancanegara sekaligus memberdayakan para pelaku ekonomi kreatif.

Kepala Bidang Ekonomi Bapelbangda Sukoharjo, Tri Muwarni, mengatakan kelima paket wisata itu yakni industri, kuliner, edukasi, agro dan sosial budaya.

Kelima paket itu disiapkan di tiga desa wisata yakni Kelurahan Kenep di Kecamatan Sukoharjo, Desa Ngrombo di Kecamatan Baki, dan Desa Wirun di Kecamatan Mojolaban.

“Ketiga desa wisata itu memiliki berbagai potensi seperti produk unggulan, budaya serta kearifan lokal. Wisatawan bisa berekreasi sembari belajar membikin kerajinan gitar di Desa Ngrombo atau gamelan di Desa Wirun,” kata dia seusai rapat koordinasi (rakor) desa wisata di Gedung Setda Sukoharjo, Senin (12/11/2018).

Kelompok sadar wisata (pokdarwis) di setiap desa wisata bakal menggandeng biro perjalanan wisata. Hal ini agar wisatawan yang berkunjung ke Kota Solo singgah di desa wisata di Sukoharjo.

Menurut Tri, pengembangan desa wisata membutuhkan kerja sama antardesa. Misalnya, paket wisata edukasi di Desa Ngrombo bakal dikombinasikan dengan kuliner nasi liwet di Desa Duwet.

“Tidak bisa berdiri sendiri [desa wisata]. Harus ada kerja sama antardesa yang juga memiliki potensi sumber daya alam [SDA] dan sumber daya manusia [SDM],” ujar dia.

Pada 2018, Pemkab telah menyiapkan grand design pengembangan tiga desa wisata dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Selanjutnya, Bupati Sukoharjo bakal menerbitkan surat keputusan (SK) penetapan desa wisata.

Desa wisata rencananya diluncurkan pada 2019. Tri menambahkan Pemkab bakal membentuk tim pengembangan desa wisata pada akhir 2018.

“Desa wisata juga membutuhkan akses infrastruktur yang memadai dan fasilitas umum [fasum]. Karena itu, instansi terkait dilibatkan dalam pengembangan desa wisata,” tutur dia.

Sementara itu, seorang pengurus Pokdarwis Kelurahan Kenep, Untung, mengatakan bakal memberdayakan elemen masyarakat untuk mengangkat berbagai potensi alam dan produk unggulan.

Dalam waktu dekat, Pokdarwis Kenep bakal menyelenggarakan festival eceng gondok di pinggir sungai. Para pelaku seni dan budaya bakal mengisi acara untuk menghibur para pengunjung.