Napi LP Klaten Kabur Karena Kangen Emak

Petugas menunjukkan foto warga binaan yang berusaha kabur dari LP Kelas IIB Klaten, Rabu (14/11 - 2018). (Solopos/Cahyadi Kurniawan)
14 November 2018 18:15 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Hendra Irawan alias Landak, 25, narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Klaten berusaha kabur dengan melompat pagar. Hal itu dia lakukan dengan alasan kangen dengan ibunya.

Upaya Hendra digagalkan petugas keamanan LP yang dengan sigap langsung menangkapnya kembali. Pelaksana Harian (Plh) Kepala LP Kelas IIB Klaten, Jaka Heri, menuturkan awalnya tiga warga binaan LP melakukan kerja bakti di luar sel, Rabu (14/10/2018) pagi.

Ketiganya diawasi empat petugas keamanan. Ketiga napi itu sebetulnya sudah menjalani asimilasi sehingga diperbolehkan mengikuti kerja bakti di luar.

Ketiganya termasuk Hendra juga melakukan bersih-bersih seperti biasanya. Hendra sempat mengobrol dengan petugas di sela-sela kerja bakti.

Saat ia menyiram tanaman pakai gembor, ia tiba-tiba melompat pagar. “Kami lalu kerahkan semua personel untuk melakukan pengejaran. Bahkan, petugas yang libur pun kami libatkan. Kejadiannya pagi sekitar pukul 08.30 WIB,” ujar dia saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu sore.

Hendra Irawan merupakan napi kasus penganiayaan. Ia divonis delapan bulan penjara. Ia dijadwalkan bebas per 10 Desember mendatang.

Upaya pencarian mulai menampakkan hasil saat petugas yang memantau rumah Hendra di Dukuh Samiran, Desa Gondang, Kebonarum, melihatnya turun dari mobil.

Petugas mengawasi warung makan dekat rumahnya. Petugas lalu mendekati Hendra, membujuknya agar kembali ke LP.

“Hendra ditangkap di rumahnya pukul 11.00 WIB. Lalu, pukul 11.15 WIB, ia dibawa ke LP. Ia kembali dalam keadaan sehat dan tanpa perlawanan,” terang Jaka.

Saat ditanyai petugas, Hendra mengaku kangen ibu dan anak-anaknya. Ibunda Hendra baru saja pulang dari operasi di rumah sakit.

Saat di rumah, Hendra tak langsung digiring ke LP. Petugas membiarkan Hendra menuntaskan rasa rindu kepada ibunya. Petugas juga berusaha menenangkan Hendra.

“Kira-kira sehabis minum teh, yang bersangkutan kami bawa ke LP. Jadi enggak lama di rumah,” beber Jaka.

Kepala Keamanan LP Kelas IIB Klaten, Dwi Ediyanto, menambahkan begitu lari dari LP, Hendra menuju alun-alun Klaten. Di sana, ia bertemu teman-temannya sesama anak punk.

Ia bilang kepada teman-temannya dirinya sudah bebas dan minta diantar ke rumah. “Ketemu teman-temannya di pojok alun-alun dekat kamar mandi. Di sana pula ia berganti kaus seragam LP. Mobil itu sebetulnya taksi daring. Tapi, ia tak memesan lewat ponsel karena pengemudinya temannya,” kata Dwi.

Dwi menjelaskan seusai ditangkap, Hendra menjalani pemeriksaan dan isolasi sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami juga memperketat pengawasan kerja bakti di luar agar hal serupa tak terulang lagi,” tutur Dwi.