Kasus Edupark Karanganyar Jilid II Segera Disidangkan

Edupark Dirgantara Karanganyar. (Solopos/Dok)
14 November 2018 06:00 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan pesawat terbang di Taman Wisata Edukasi Penerbangan Edupark Karanganyar jilid II segera memasuki meja persidangan.

Polisi telah menyerahkan berkas tahap II berikut tersangka ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, pengusutan kasus Edupark jilid II ini merupakan tindak lanjut kasus Edupark jilid I. Proyek pengadaan pesawat terbang yang dinilai tak sesuai prosedur di Karanganyar itu berlangsung pada 2014.

Waktu itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar ingin melengkapi kawasan wisata pendidikan Edupark dengan dua unit helikopter dan satu unit pesawat dengan total anggaran Rp2 miliar.

Pada kasus Edupark jilid I, tiga orang sudah divonis, yakni mantan Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karanganyar sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek Purwono yang divonis satu tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Selanjutnya Direktur CV Gema Putra Persada Berdy dan Direktur CV Gema Putra Persada Syarifudin yang menjadi rekanan pengadaan pesawat. Keduanya divonis satu tahun tiga bulan penjara dengan denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Pengadaan pesawat terbang itu dinilai tidak sesuai spesifikasi. Pesawat yang didatangkan Boeing 737-300. Padahal dalam rencana, pesawat yang harus dihadirkan Boeing 737-200.

“Sekitar dua pekan lalu, sudah dilakukan penyerahan tahap II. Ada lima tersangka dalam hal ini,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar, Suhartoyo, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Selasa (13/11/2018).

Suhartoyo mengatakan pasal yang dipakai untuk menjerat para tersangka pada kasus Edupark jilid I dan II sama, yakni dugaan tindak pidana korupsi.

Sebagaimana diketahui tiga terdakwa di kasus Edupark jilid I diduga melanggar Pasal 2 subsider Pasal 3 UU No. 20/2001 tentang Perubahan atas UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

Total kerugian dalam proyek pengadaan pesawat senilai Rp509 juta. Lima tersangka dalam kasus Edupark jilid II, yakni Istriadi Putranto, Yulianti Nugraheni, Jalu Setio Bintoro, Bina Febrianto, dan Giyarto.

Kelimanya yang tergabung dalam kelompok kerja (pokja) pengadaan pesawat itu diduga melanggar Pasal 3 UU No. 31/1999 sebagaimana diubah UU No. 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Kejaksaan menargetkan akhir November berkas kasus ini bisa dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang.