Siswa Solo Bolos Ditangani Satpol PP

Siswa SMK mengikuti penyuluhan pelajar yang diselenggarakan oleh Satpol PP Kota Solo di SMK Negeri 2 Solo, Selasa (16/10/2018). Acara yang diikuti siswa dari 14 SMK di Kota Solo tersebut bertujuan untuk membina sekaligus mengajak siswa untuk bersisiplin bersekolah dan tidak membolos. - M. Ferri Setiawan
15 November 2018 23:06 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Kepala Satpol PP Solo Sutarjo kerap menemukan siswa keluyuran dan bolos saat kegiatan belajar mengajar (KBM). Petugas bahkan kerap memergoki mereka menongkrong di warung makan dan warung Internet (warnet) utnuk main game online. “Jadi pelajar yang memiliki masalah kedisiplinan mendapat penyuluhan melalui program Satpol PP Peduli Sekolah,” kata Sutarjo, Kamis (15/11).

Para pelajar tersebut mendapatkan bimbingan dan motivasi dari psikolog agar disiplin di sekolah. Dalam penyuluhan itu, dihindari mencari-cari kesalahan siswa. Yang diutamakan pembinaan yang mendidik dan tidak mempermalukan mereka.

“Jadi kami gunakan cara humanis. Mereka jangan sampai larut di dunia yang salah. Mereka didorong tetap memiliki karakter yang bagus dan punya masa depan,” kata Sutarjo.

Saat ini Satpol PP Peduli Sekolah dilaksanakan empat kali dengan menyambangi sekolah-sekolah di Kota Bengawan. Selain menghadirkan psikolog, Satpol PP mendatangkan Badan Narkotika Nasional (BNN). Dari hasil evaluasi, dia mengklaim memuaskan. Siswa yang tak disiplin berubah menjadi lebih baik.

“Mereka mulai aktif di sekolah dan ada perbaikan kedisiplinan. Kalau menangani anak dengan diberi hukuman fisik, seperti push up tidak mendidik dan justru menimbulkan kebencian,” kata Sutarjo.

Satpol PP Peduli Sekolah merupakan inovasi kerja sama dengan sekolah agar siswa yang bermasalah mendapatkan motivasi.  Setiap razia, Satpol PP menjaring belasan pelajar bolos saat KBM berlangsung.

Sekretaris Satpol PP Arif Darmawan menambahkan operasi pelajar bolos dilakukan atas permintaan atau laporan sekolah. Pengelola sekolah menyampaikan peserta didik yang bolos dan berkeliaran di sekitar sekolah maupun tempat game online. “Petugas tidak hanya memantau pada siang hari tapi juga malam hari. Banyak anak-anak usia pelajar masih berkeliaran pada malam hari,” kata Arif.

Beberapa lokasi dipetakan sebagi tempat menongkrong para pelajar pada malam hari, yakni di Plaza Manahan, Sriwedari, hingga depan Gedung Bank Indonesia (BI).